Ambon, Maluku– Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa bersama Wakil Gubernur Abdullah Vanath mulai menunjukkan arah perubahan nyata bagi provinsi kepulauan ini. Sejak dilantik Februari 2025, pasangan pemimpin ini bergerak untuk merealisasikan visi mereka dalam membangun Maluku yang lebih maju dan merata.
Salah satu langkah strategis yang menonjol adalah upaya memperkuat konektivitas dan infrastruktur. Gubernur Lewerissa aktif melakukan lobi ke pemerintah pusat untuk memajukan pembangunan fisik di daerah, termasuk mendorong percepatan pembangunan Pelabuhan Maluku Terpadu di Waisarisa, Kabupaten Seram Bagian Barat.
Pelabuhan ini dirancang sebagai simpul logistik strategis yang dapat menggerakkan roda perekonomian kawasan tengah Maluku. Tak hanya itu, proyek jalan pesisir di Teluk Ambon juga mulai mendapat perhatian pusat, sebagai langkah konkret membuka akses dan mendukung mobilitas masyarakat.
Di sektor kesehatan, gebrakan lainnya hadir melalui persetujuan pendirian pusat layanan stroke di RSUP dr. J. Leimena, yang akan menjadi pusat rujukan kesehatan utama di kawasan timur Indonesia.
Penambahan tujuh alat kateterisasi jantung di berbagai rumah sakit juga menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah serius dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat.
Perhatian serius juga ditujukan pada sektor energi. Gubernur tak tinggal diam dan langsung mendorong percepatan pengembangan proyek Blok Masela, proyek migas raksasa yang digadang-gadang akan menjadi tulang punggung ekonomi Maluku.
Desain teknis LNG darat telah dimatangkan, menandai komitmen untuk menjadikan Maluku sebagai aktor utama dalam produksi energi nasional. Selain itu, kontrak bagi hasil Blok Migas Binaiya telah diteken, membuka peluang eksplorasi energi baru yang menjanjikan.
Pemerintah provinsi juga mulai membenahi fondasi pendidikan. Distribusi guru ditata ulang agar lebih merata, sementara kampus IAIN Ambon resmi bertransformasi menjadi Universitas Islam Negeri Abdul Muthalib Sangadji atas persetujuan Presiden Prabowo Subianto. Transformasi ini diharapkan dapat memperluas akses pendidikan tinggi dan memperkuat kualitas sumber daya manusia di Maluku.
Dari sisi ekonomi, kinerja Pemprov Maluku cukup menggembirakan. Pertumbuhan ekonomi triwulan pertama tahun ini tercatat 5,07% secara tahunan (year-on-year), sedikit lebih tinggi dari rata-rata nasional yang sebesar 4,87%.
Kebijakan pemutihan pajak kendaraan dan bea balik nama turut meringankan beban masyarakat, sekaligus mendorong partisipasi warga dalam sistem administrasi perpajakan yang lebih tertib.
Tidak hanya pembangunan fisik dan ekonomi, pembenahan birokrasi pun mendapat porsi penting. Gubernur menginisiasi proses lelang terbuka untuk pengisian jabatan eselon tinggi pratama. Langkah ini diambil sebagai bagian dari reformasi tata kelola pemerintahan agar aparatur sipil negara di Maluku lebih profesional dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.
Meski baru 100 hari memimpin, Gubernur Lewerissa dan Wakil Gubernur Vanath telah menunjukkan bahwa komitmen mereka bukan sekadar janji kampanye. Fondasi telah dibangun, rel telah diletakkan, dan roda perubahan mulai bergerak. Publik kini menanti, apakah laju awal yang positif ini bisa dipertahankan dan ditingkatkan ke depan demi Maluku yang benar-benar “pung bae”.***
Sumber kajian; Siwalimanews – 100 Hari Kerja Gubernur Maluku, Ini Capaiannya














Komentar