Piru, Maluku— Aksi pemalangan jalan terjadi di Desa Nuruwe, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), pada Minggu (1/6), sekitar pukul 13.45 WIT. Aksi ini dilakukan oleh sekitar 100 orang yang merupakan keluarga dan warga desa setempat, sebagai bentuk protes atas penanganan kasus pembunuhan almarhum Frensky Patrouw alias Teteka.
Pemblokiran dilakukan di tujuh titik sepanjang Jalan Trans Seram, tepatnya di depan rumah duka korban.
Massa memblokade jalan menggunakan batang kayu, membakar ban, serta melakukan pengecoran jalan setinggi sekitar 40 cm dengan menggunakan batu, pasir, dan semen. Akibat aksi ini, arus lalu lintas di wilayah tersebut terhenti total dan menyebabkan kemacetan panjang.
Aksi ini dipimpin oleh ibu korban, Ny. Reny Malawau, yang menyatakan ketidakpuasan terhadap proses hukum yang tengah berjalan. Pihak keluarga menuntut agar pihak kepolisian segera menghadirkan saksi kunci, Billy Rahman, serta memeriksa 21 orang lainnya yang disebut telah diidentifikasi oleh keluarga sebagai saksi atau terduga pelaku.
Menanggapi aksi tersebut, pihak Kepolisian Resor SBB segera melakukan koordinasi dengan pemerintah desa, serta mengupayakan mediasi.
Kapolres SBB, AKBP Andi Zulkifli, S.I.K., M.M., bersama sejumlah pejabat kepolisian lainnya, turun langsung ke lokasi dan melakukan dialog dengan pihak keluarga korban di kediaman almarhum.
Dalam mediasi yang berlangsung pada pukul 16.50 WIT, berbagai pihak menyampaikan pandangannya:
- Kabag Ops Polres SBB, AKP Richard Matthew, S.T.K., S.I.K. mengajak pihak keluarga untuk melengkapi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tambahan di Polres SBB.
- Ny. Reny Malawau, ibu korban, meminta agar aparat menindaklanjuti dugaan intimidasi terhadap lima tersangka oleh oknum bernama Victor Wemai, serta memeriksa Babinsa atas nama Lodik yang disebut berada di lokasi usai kejadian.
- Camat setempat meminta agar keluarga menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada aparat dan membuka kembali akses jalan demi kepentingan umum.
- Raja Negeri Nuruwe menyampaikan apresiasi atas kehadiran pihak kepolisian dan menegaskan pentingnya menjaga stabilitas di tengah berkembangnya isu simpang siur.
Kapolres SBB menegaskan komitmennya untuk menegakkan hukum secara adil dan profesional. Ia meminta keluarga untuk melaporkan nama-nama tambahan secara resmi agar dapat dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
Kapolres juga mengonfirmasi bahwa saksi Billy Rahman sedang dijemput untuk diperiksa.
Selain itu, kakak korban juga meminta agar seorang perempuan bernama Indri diperiksa, karena diduga menjadi orang terakhir yang berkomunikasi dengan korban sebelum kejadian.
Setelah mediasi, pada pukul 17.30 WIT, jalan yang sebelumnya ditutup akhirnya dibuka kembali. Situasi di Desa Nuruwe kini dilaporkan aman dan kondusif.***














Komentar