Piru, Maluku– Laut biru Pantai Wisata Waeyoho pagi tadi bukan hanya memantulkan sinar matahari, tapi juga semangat kemerdekaan yang membara. Sorak-sorai warga Desa dari berbagai penjuru dan pecah saat Bupati Seram Bagian Barat (SBB), Asri Arman, mengibarkan bendera start, menandai dimulainya Lomba Perahu Manggurebe—tradisi bahari yang menjadi kebanggaan masyarakat pesisir.
Momen ini menjadi bagian dari perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia. Semangat Saka Mese Nusa, 15 tim dari 10 kecamatan unjuk kebolehan memacu perahu tradisional.
Mereka berpacu di atas landainya arus Waeyoho namun penuh tantangan. Empat kategori dipertandingkan, memadukan adrenalin, sportivitas, dan kekompakan tim.
Bupati Asri Arman dalam arahannya menegaskan pentingnya melestarikan warisan budaya ini.
“Lomba ini adalah bukti nyata bahwa semangat gotong royong dan persatuan masih kuat di tengah masyarakat SBB. Mari kita terus jaga tradisi ini untuk anak cucu kita,” tegasnya.
Tak hanya menjadi ajang adu ketangkasan, Lomba Manggurebe memikat ratusan pasang mata. Penonton memadati tepian pantai, menyuarakan yel-yel, memberi tepuk tangan, dan tak jarang berteriak menyemangati jagoannya yang berjuang di tengah ombak.
Selain menghidupkan semangat kemerdekaan, lomba ini menjadi magnet wisata.
Keindahan Pantai Waeyoho dan legenda Air Putri yang berada di Dusun Waeyoho, Desa Kawa, kian tersorot, membawa nama SBB lebih dikenal sebagai destinasi budaya dan wisata bahari Maluku.***














Komentar