Gerakan Tanam Cabai Serempak di Maluku, Gubernur: Ubah Tantangan Jadi Peluang

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 13 Agustus 2025 - 03:38 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

๐Ÿ™ Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku – Di bawah langit cerah Dusun Telaga Kodok, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, hamparan tanah seluas 1,5 hektare menjadi saksi awal sebuah gerakan yang diharapkan mampu menekan laju inflasi di Bumi Raja-Raja.

Pemerintah Provinsi Maluku melalui Dinas Pertanian, bersama 11 kabupaten/kota se-Maluku secara daring, melakukan penanaman Cabai Serempak dipimpin langsung Gubernur, Hendrik Lewerissa, Rabu (13/08/2025). Sebanyak 100 ribu anakan cabai ditanam serentak, mengirim pesan bahwa Maluku siap mengubah tantangan menjadi peluang.

Sebuah langkah strategis yang diharapkan mampu mengubah peta ketahanan pangan daerah.

Hadir langsung Ketua TP-PKK Maluku, Maya Baby Rampen, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, Muhamad Latief, para pimpinan OPD, Penyuluh dan para petani.

Gubernur, Hendrik Lewerissa, dalam sambutannya menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap gerakan ini. Sebagai langkah strategis untuk mengendalikan inflasi pangan.

“Cabai selama ini menjadi salah satu komoditas yang berkontribusi pada inflasi. Dengan menambah luas tanam, kita mendorong produksi dan mengurangi ketergantungan pasokan dari luar,โ€ ujar Gubernur.

Ia menjelaskan sesuai data, inflasi Maluku per Juli 2025 berada pada posisi 2,91 persen (year to date), relatif terkendali. Namun, cabai merah dan cabai rawit tetap menjadi penyumbang inflasi berulang. Dalam beberapa bulan terakhir, harga cabai terus merangkak naik.

Baca Juga :  Gubernur Dorong Muslimat NU Perkuat Peran Tangani Stunting dan Pemberdayaan UMKM

Untuk itu, langkah tanam serempak ini adalah solusi konkret untuk menambah luas tanam, mendorong produksi, dan mengendalikan harga. Terlebih, program ini diiringi inovasi Digital Farming yang lahir dari kolaborasi Dinas Pertanian Maluku, Bank Indonesia, dan kelompok tani.

“Saya memberi apresiasi kepada BI Maluku yang telah aktif membangun pertanian kita. Semoga kolaborasi seperti ini tidak berhenti di sini, tapi terus berkembang,” tambahnya.

Gubernur juga mengajak seluruh bupati/wali kota memperkuat strategi 4K; keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif, demi menekan inflasi pangan.

Dukungan kepada petani, katanya, adalah wujud nyata komitmen pemerintah terhadap Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Sapta Cita Pemerintah Provinsi Maluku.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Maluku, Muhamad Latief, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar penanaman cabai, tapi perubahan pola pikir.

“Cabai merah sudah lima kali menjadi penyumbang inflasi, cabai rawit tiga kali. Ini bukti kita rentan karena belum swasembada. Gerakan ini mengajak masyarakat beralih dari konsumen menjadi produsen,” ujarnya.

Baca Juga :  FKPT Maluku dan Fakultas Ushuludin Dakwah IAIN Ambon Teken MoU

Sejak tiga tahun terakhir, BI Maluku membina enam kelompok tani dengan teknologi Digital Farming. Hasilnya nyata, produktivitas meningkat, dan petani makin percaya diri mengelola lahannya dengan data dan pemantauan berbasis teknologi.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian Maluku, Ilham Tauda, dalam laporannya mengutarakan bahwa GNPIP adalah bentuk kolaborasi lintas sektor. Kegiatan ini melibatkan 1.350 peserta dari 11 kabupaten/kota, mulai dari OPD, penyuluh, kelompok tani, hingga masyarakat umum.

Selain 100 ribu anakan cabai, acara ini juga diwarnai penyerahan 1 unit perangkat Digital Farming bantuan BI untuk petani binaan Dinas Pertanian Maluku. 22 ribu anakan cabai dan sarana produksi untuk petani. 5.500 anakan cabai untuk program Gerakan Sekolah Menanam di 11 SMA di Ambon dan Maluku Tengah. 5.000 anakan cabai untuk kelompok binaan TP-PKK Provinsi Maluku. Serta 38.000 anakan cabai untuk petani dan masyarakat umum sebagai tindak lanjut gerakan ini.

Acara ini diisi dengan telekonferensi bersama seluruh Pemerintah kabupaten/kota yang dipimpin Asisten II Kasrul Selang.

Gubernur bersama Ketua TP-PKK Maluku, Kepala BI, dan rombongan juga menyempatkan meninjau Smart Farming kelompok tani Telaga Beni serta kebun percontohan jagung milik TP-PKK Maluku.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore
BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon
BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari
69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan ๐Ÿ˜Š


Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:56 WIT

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore

Rabu, 4 November 2026 - 06:55 WIT

BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon

Selasa, 3 November 2026 - 10:47 WIT

BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari

Selasa, 3 November 2026 - 05:51 WIT

69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Berita Terbaru