Gubernur Dorong Muslimat NU Perkuat Peran Tangani Stunting dan Pemberdayaan UMKM

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 26 Agustus 2026 - 13:17 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku– Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa mendorong Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Maluku untuk memperkuat kontribusinya dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat, terutama penanganan stunting, penguatan gerakan orang tua asuh, serta pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Hal tersebut disampaikan Gubernur saat membuka Konferensi Wilayah (Konferwil) IV Muslimat NU Provinsi Maluku yang dirangkaikan dengan kegiatan penanganan stunting, gerakan orang tua asuh dan pemberdayaan UMKM, di Lantai 7 Kantor Gubernur Maluku, Ambon, Rabu (26/8/2026).

Menurut Gubernur, Konferwil tidak semata-mata menjadi forum organisasi untuk memilih dan menetapkan kepengurusan baru, tetapi harus menjadi momentum untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus merumuskan langkah strategis yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Konferensi Wilayah bukan sekadar agenda organisasi untuk memilih dan menetapkan kepengurusan. Lebih dari itu, Konferensi Wilayah harus menjadi ruang konsolidasi gagasan, penguatan organisasi, evaluasi perjalanan, serta perumusan langkah strategis untuk menjawab berbagai persoalan umat, bangsa dan daerah,” kata Hendrik.

Ia menilai Muslimat NU memiliki posisi strategis karena kekuatan organisasinya menjangkau masyarakat hingga tingkat akar rumput. Peran tersebut dinilai penting dalam memperkuat ketahanan keluarga, mendidik generasi, meningkatkan kehidupan keagamaan, serta menggerakkan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Karena itu, Gubernur mengapresiasi keputusan Muslimat NU Maluku yang mengintegrasikan agenda organisasi dengan program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

“Stunting bukan semata persoalan kesehatan. Ia adalah persoalan masa depan sumber daya manusia. Mengatasinya tidak bisa berjalan sendiri. Ia membutuhkan gotong royong: pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, tokoh agama, hingga keluarga sebagai garda terdepan,” ujarnya.

Baca Juga :  Perjuangan Tanpa Batas: Baznas SBB Hadapi Medan Berat Demi Cahaya Zakat di Huamual

Dalam konteks tersebut, Hendrik menegaskan pentingnya penguatan gerakan orang tua asuh sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial bersama. Pemerintah, kata dia, ingin memastikan setiap anak di Maluku mendapatkan hak untuk tumbuh sehat, memperoleh gizi yang cukup, mengakses pendidikan yang layak, dan memiliki masa depan yang baik.

Selain isu kesehatan dan perlindungan anak, Gubernur juga menekankan pentingnya pemberdayaan ekonomi perempuan melalui pengembangan UMKM. Ia berharap pelaku UMKM, khususnya yang digerakkan perempuan dan para ibu, dapat terus didorong untuk meningkatkan kapasitas usaha dan naik kelas.

“UMKM, khususnya yang digerakkan oleh perempuan dan para ibu, harus kita dorong untuk naik kelas. Artinya: akses pembiayaan lebih mudah, pasar lebih luas, kualitas produk meningkat, dan pemanfaatan teknologi digital semakin masif,” tegasnya.

Menurut Hendrik, Maluku memiliki potensi ekonomi yang besar, mulai dari hasil laut, pertanian, perkebunan, kerajinan, kuliner hingga berbagai produk kreatif masyarakat. Potensi tersebut perlu dikembangkan agar menghasilkan produk bernilai tambah dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Ia menekankan bahwa pengembangan UMKM tidak cukup hanya pada aspek produksi. Pelaku usaha juga perlu mendapatkan dukungan dalam peningkatan kualitas produk, kemasan, legalitas, akses permodalan hingga pemasaran.

Baca Juga :  PON XXI 2024, Welmy Pariama Petinju Maluku Lolos Semifinal

“Saya berharap Muslimat NU dapat menjadi bagian dari gerakan pemberdayaan ekonomi perempuan melalui pengembangan UMKM, peningkatan keterampilan, pendampingan usaha, penguatan koperasi, pemanfaatan teknologi digital serta perluasan jejaring pemasaran,” kata Hendrik.

Gubernur memastikan Pemerintah Provinsi Maluku terbuka untuk membangun sinergi dengan organisasi kemasyarakatan, termasuk Muslimat NU, sehingga berbagai program pemberdayaan dapat dilaksanakan secara terarah, terukur dan berkelanjutan.

“Mari kita rapatkan barisan. Mari kita bangun kolaborasi untuk mewujudkan keluarga Maluku yang sehat, mandiri, produktif, dan sejahtera,” ajaknya.

Hendrik juga berharap Muslimat NU Maluku terus mengambil peran sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan keluarga, melindungi dan mencerdaskan generasi, serta memberdayakan perempuan sebagai salah satu pilar penting pembangunan masyarakat.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur menyampaikan selamat melaksanakan Konferwil IV Muslimat NU Maluku dan berharap forum tersebut menghasilkan kepemimpinan yang amanah, program kerja yang berdampak, serta kontribusi terbaik bagi masyarakat dan daerah.

“Semoga forum ini melahirkan kepemimpinan yang amanah, program kerja yang berdampak, dan kontribusi terbaik bagi umat dan daerah,” pungkasnya.

Konferwil IV Muslimat NU Maluku tersebut dihadiri Wakil Ketua Pimpinan Pusat Muslimat NU Hj. Siti Aniroh Slamet Efendy, SE, Wakil Ketua NU Maluku Dr. Abu Bakar Kabakoran, S.Ag., M.Si., jajaran Forkopimda Maluku, pimpinan OPD lingkup Pemerintah Provinsi Maluku, jajaran pengurus wilayah Muslimat NU Maluku, pimpinan Muslimat NU dari 11 cabang dan kota se-Maluku, pimpinan organisasi kemasyarakatan keagamaan, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan tokoh perempuan, serta peserta Konferwil IV Muslimat NU Maluku.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore
BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon
BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari
69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:56 WIT

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore

Rabu, 4 November 2026 - 06:55 WIT

BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon

Selasa, 3 November 2026 - 10:47 WIT

BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari

Selasa, 3 November 2026 - 05:51 WIT

69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Berita Terbaru