Karena Efesiensi, Marasabessy Minta Pemkab SBB Tidak Alih Status Jalan Nasional dan Provinsi Turun Level

- Jurnalis

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 15:30 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku – Infrastruktur pembangunan jalan dan jembatan di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), hingga kini masih jauh dari harapan masyarakat. Banyak ruas jalan di daerah bertajuk Saka Messe Nusa itu rusak total, bahkan sebagian masyarakat terpaksa terisolasi lantaran tak memiliki akses yang memadai untuk menuju ke kota kabupaten.

Menyikapi kondisi tersebut, Anggota DPRD Maluku daerah pemilihan (Dapil) SBB, Ismail Marasabessy angkat bicara. Dia mengatakan, sejauh ini pihaknya sudah berupaya untuk menyuarakan perihal tersebut ke pemerintah kabupaten dan provinsi, namun belum mendapatkan respon yang jelas.

Karena itu, dia meminta Pemkab SBB agar tidak mengalihkan jalan berstatus nasional dan provinsi ke jalan kabupaten, atau turun level. Marasabessy beralibi, Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang efesiensi anggaran menjadi masalah krusial yang harus dibijaki pemerintah setempat.

“Saya selalu bilang bahwa ruas jalan seperti di Huamual, Waisala, kemudian jalan lingkar Pulau Manipa dan Kelang itu dulunya berstatus jalan provinsi. Bahkan kalau mau dibilang, ruas jalan Huamual itu levelnya nasional, namun belakang Pemkab kemudian menurunkan statusnya menjadi jalan kabupaten. Kita tidak boleh mengambil resiko dengan membebani anggaran daerah. Harus diingat bahwa efesiensi anggaran itu berdampak terhadap seluruh kabupaten, karena itu kita harus berhati-hati dalam melangkah,” katanya kepada Trendingmaluku.com, Sabtu (23/8/2025).

Putra Seram Barat dari Fraksi NasDem DPRD Provinsi Maluku itu secara tegas mengingatkan Pemkab setempat, agar berhati-hati dalam mengestimasi anggaran yang akan dikeluarkan untuk pembangunan infrastruktur jalan yang sudah diturunkan statusnya ke level kabupaten. Maksudnya, yang harus dihitung adalah seberapa besar Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang dimiliki SBB.

Baca Juga :  Dampingi Sekjen KSMI Pusat, Salampessy Sambut Kontingen Maluku Jelang Liga Nusantara 2025 di Surabaya

Karena dengan anggaran yang sangat terbatas, rasanya tidak bisa meminimalisir atau menjadi solusi untuk proses pembangunan di daerah tersebut. Penting untuk disadari juga, kata dia, bukan saja infrastruktur jalan yang menjadi masalah di tengah-tengah masyarakat SBB, namun ada hal lain seperti jembatan dan pelabuhan di Manipa.

“Sampai saat ini masalah tersebut masih menjadi pekerjaan rumah dan belum ada solusinya. Yang membuat saya heran, kenapa jalan yang statusnya menjadi tanggung jawab provinsi diambil alih lagi oleh pemerintah kabupaten. Ini kebijakan yang menurut saya tidak masuk akal,” cetusnya.

Olehnya, dia berharap agar ada inisiatif dari Pemkab dengan melibatkan DPRD Kabupaten serta perwakilan anggota legislatif asal SBB yang berada di Baileo Rakyat Karang Panjang Ambon, guna mengkoordinasikan status jalan tersebut ke pemerintah provinsi dan pusat.

“Artinya, status jalan harus dikembalikan lagi ke provinsi dan nasional, sehingga anggarannya menjadi beban negara, bukan malah kabupaten dengan anggaran yang terbatas. Sekali lagi saya ingatkan agar kita tidak salah melangkah karena APBD kita sangat kecil,” ujarnya mengingatkan.

Dia mengatakan, sebagai salah satu aleg yang tergabung dalam Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Maluku, sekiranya bisa saling bahu-membahu dengan Pemkab untuk berkoordinasi bersama pemerintah pusat dan provinsi. Karena efesiensi anggaran, lanjut dia, menjadi kendala bagi daerah untuk bertindak lebih.

“Jadi jalan lingkar Manipa, Kelang, Buano, kemudian di Huamual harus kita usulkan untuk dinaikan statusnya sebagai jalan provinsi. Sementara yang berstatus provinsi diusulkan untuk ditingkatkan ke jalan nasional. Pemkab jangan rancu dan gegabah” tandasnya.

Selain di wilayah-wilayah tersebut, Marasabessy juga menyentil jalan nasional dari arah Kecamatan Kairatu menuju kota kabupaten yang saat ini kondisinya sangat memprihatinkan. Sekiranya, harap dia, pemerintah bisa secepatnya memperbaiki jalan tersebut karena terlalu banyak yang alami kerusakan fatal dan beresiko bagi pengguna jalan.

“Mestinya jalan menuju kota kabupaten harus diperbaiki, karena itu jalan nasional. Saya juga lihat di tanjakan Piru itu sangat berbahaya sekali. Banyak jalanan yang rusak para dan itu harus diperbaiki secepatnya oleh pemerintah,” desaknya.

Kemudian yang paling penting adalah jalan menuju desa-desa di pegunungan Kecamatan Elpaputtih. Masyarakat di sana, ungkap dia, masih jauh dari sejahtera karena sampai saat ini terus berjalan kaki hingga puluhan kilo meter menyusuri hutan dan sungai. Mereka benar-benar terisolasi!

“Saya pernah beberapa kali berkunjung ke desa-desa itu, seperti di Abio, Huku Kecil dan Ahiolo. Kita terpaksa memarkir kendaraan di Desa Tala untuk jalan ke sana, bahkan turun pun menggunakan rakit,” kisahnya.

Diakhir komentarnya, Marasabessy kembali meminta Pemkab SBB dalam hal ini Bupati Asri Arman segera berkoordinasi untuk diusulkan kembali status jalannya. Jika pemerintah apatis, sudah barang tentu akan menjadi preseden buruk dalam konteks pelayanan terhadap masyarakat. (**)

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses
ICMI Maluku Gelar Maluku Business Forum 2026, Jusuf Kalla Tiba di Ambon Disambut Pangdam Pattimura dan Wagub
Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN
PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 08:21 WIT

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 November 2026 - 05:23 WIT

Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Senin, 2 November 2026 - 02:20 WIT

Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla

Minggu, 1 November 2026 - 14:29 WIT

Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT