Irigasi Rp8,7 Miliar Sariputih “Abunawas,” Praktisi Konstruksi Soroti Mutu – Aktivis Maluku Desak Evaluasi dan Usut Tuntas

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 1 September 2025 - 05:13 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Konstruksi Irigasi Sariputih: Wiremesh hanya ditempel di sisi luar tanah timbunan tanpa integrasi dengan pengecoran beton.*

Konstruksi Irigasi Sariputih: Wiremesh hanya ditempel di sisi luar tanah timbunan tanpa integrasi dengan pengecoran beton.*

Ambon, Maluku– Proyek saluran irigasi sepanjang 31 meter di Desa Sariputih, Kecamatan Seram Utara Timur Kobi, Kabupaten Maluku Tengah, ambruk meski menelan anggaran fantastis senilai Rp8,7 miliar. Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan besar terkait mutu pekerjaan sekaligus memicu desakan evaluasi dan pengusutan dari berbagai pihak, Senin (01/09).

Analisa Teknis: Wajar Ambruk karena Diduga Tidak Sesuai Standar

Dari hasil pengamatan terhadap dokumentasi di lokasi, praktisi konstruksi di Ambon menilai kerusakan ini bukan semata faktor alam, melainkan kuat dugaan akibat lemahnya kualitas pekerjaan.

Pada foto pertama, tampak dinding saluran yang seharusnya kokoh dari beton bertulang justru menyerupai timbunan tanah yang dipadatkan. Struktur lapisan mudah terkelupas, bahkan sebagian material terlihat rapuh dan tidak menunjukkan ikatan semen yang kuat.

Sementara pada foto kedua, terlihat kawat besi (wiremesh) yang hanya ditempel di sisi luar tanah timbunan tanpa integrasi dengan pengecoran beton.

Padahal, sesuai standar teknis, saluran irigasi permanen seharusnya menggunakan konstruksi beton bertulang dengan mutu minimal K-225 hingga K-300, agar mampu menahan tekanan air maupun pergeseran tanah.

Baca Juga :  Kampanye Simpatik 2M, BMW Didampingi Istri Menjaring Keluh dan Harapan Pedagang Mardika

“Kalau kita lihat, itu lebih mirip urugan tanah bercampur kerikil dan sedikit semen. Dengan kondisi seperti ini, wajar sekali kalau ambruk hanya dalam hitungan bulan. Proyek bernilai miliaran seharusnya tidak boleh dikerjakan dengan metode seadanya seperti itu,” jelas Rio (nama pendek) praktisi teknik sipil yang enggan disebut namanya.

Desakan Jaringan Aspirasi Masyarakat Seram (JAM – Seram) Maluku

Koordinator Jaringan Aspirasi Masyarakat Seram provinsi Maluku, Taufik Rahman Saleh mengecam keras kondisi ini dan mendesak agar perusahaan kontraktor pelaksana segera dievaluasi.

Menurutnya, proyek yang menelan anggaran Rp8,7 miliar ini patut diduga bermasalah sejak tahap perencanaan hingga pengawasan.

“Kami mendesak Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Maluku tidak tinggal diam. Evaluasi harus dilakukan terhadap perusahaan kontraktor yang mengerjakan proyek ini. Jangan ada lagi kontraktor yang hanya mencari untung tanpa memperhatikan kualitas,” tegas Taufik.

Tuntutan Transparansi PU dan Kejaksaan

Lebih jauh, Lembaga Ketua Lembaga Nanaku Maluku, Usman Bugis, juga menyoroti sikap aparat dan lembaga terkait yang dianggap tertutup dalam menangani kasus ini.

“Kami mendapat informasi bahwa kasus ini sudah pernah masuk ranah penanganan aparat, tapi kesannya ditutup-tutupi. Ini menimbulkan kecurigaan publik.”

“Oleh karena itu, Kejaksaan Negeri maupun Kejaksaan Tinggi harus transparan. Jangan sampai ada kesan melindungi pihak tertentu,” tegasnya.

Menurut Usman, transparansi sangat penting agar masyarakat mengetahui sejauh mana proses hukum berjalan dan siapa yang harus bertanggung jawab. Ia menegaskan bahwa dana sebesar Rp8,7 miliar adalah uang rakyat, sehingga wajib dipertanggungjawabkan secara terbuka.

Harapan Masyarakat

Sementara itu, warga Desa Sariputih merasa dirugikan karena saluran irigasi yang seharusnya mengairi sawah mereka kini tidak berfungsi.

Petani khawatir musim tanam akan gagal jika perbaikan tidak segera dilakukan.

Mereka berharap Dinas PU segera melakukan perbaikan menyeluruh sekaligus menindak tegas pihak yang terlibat agar kejadian serupa tidak lagi berulang di Maluku.

Redaksi telah berupaya meminta konfirmasi dari pihak perusahaan kontraktor yang menangani proyek irigasi di Desa Sariputih tersebut. Namun hingga berita ini diterbitkan, permintaan konfirmasi yang diajukan tidak mendapatkan tanggapan.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore
BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon
BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari
69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:56 WIT

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore

Rabu, 4 November 2026 - 06:55 WIT

BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon

Selasa, 3 November 2026 - 10:47 WIT

BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari

Selasa, 3 November 2026 - 05:51 WIT

69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Berita Terbaru