Aktivis Tantang Kejaksaan Buka Kasus, Kontraktor Harus Bertanggung Jawab!

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 4 September 2025 - 08:44 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku – Ambruknya proyek peningkatan jaringan irigasi D.I. Sariputih sepanjang 31 meter di Kecamatan Seram Utara Timur Kobi, Kabupaten Maluku Tengah, terus menuai sorotan. Anggaran Rp8,7 miliar yang digelontorkan melalui APBD 2024 kini dipertanyakan, menyusul mutu pekerjaan yang jauh dari standar hingga menimbulkan kerugian bagi masyarakat.

Data resmi LPSE Provinsi Maluku mencatat, proyek dengan kode lelang 19915288 ini memiliki pagu dan HPS yang sama persis Rp8,7 miliar. Kondisi ini menimbulkan kecurigaan publik bahwa tender hanya formalitas, tanpa transparansi dan tanpa kompetisi sehat.

Koordinator Jaringan Aspirasi Masyarakat Seram (JAM-Seram), Taufik Rahman Saleh, tidak hanya mengecam, tapi juga menantang Kejaksaan di Maluku agar berani membuka kasus ini secara transparan.

Baca Juga :  Rikumahu Terpilih Sebagai Wakil Ketua I MPH Sinode GPM

“Kami menantang Kejaksaan Negeri maupun Kejati Maluku untuk membuktikan keberpihakan pada rakyat. Jangan lagi ada kesan kasus-kasus seperti ini dilindungi atau dipetieskan. Publik butuh bukti nyata bahwa hukum bisa menjerat kontraktor nakal,” tegas Taufik.

Ia menegaskan, proyek bernilai miliaran rupiah yang ambruk dalam hitungan bulan adalah bukti telanjang dari praktek asal-asalan yang merugikan rakyat. Karena itu, kontraktor yang mengerjakan proyek ini harus bertanggung jawab penuh, baik secara hukum maupun secara moral.

Baca Juga :  Bupati Asri Arman Buka Festival dan Lomba Seni Qasidah LASQI Nusantara Jaya di Piru

“Kontraktor jangan bersembunyi di balik instansi pemerintah. Mereka harus hadir, menjelaskan, dan mempertanggungjawabkan hasil pekerjaannya di depan publik,” tambahnya.

Sorotan Ke Aparat Hukum

Tantangan serupa juga diarahkan kepada aparat penegak hukum. Ketua Lembaga Nanaku Maluku, Usman Bugis, menegaskan bahwa kasus ini tidak boleh berhenti di meja birokrasi.

“Jika Kejaksaan tidak mampu atau tidak berani membuka kasus ini, publik akan menilai ada permainan gelap. Rp8,7 miliar itu uang rakyat. Kalau dibiarkan, maka Maluku akan terus jadi ladang bancakan proyek,” ujarnya.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses
ICMI Maluku Gelar Maluku Business Forum 2026, Jusuf Kalla Tiba di Ambon Disambut Pangdam Pattimura dan Wagub
Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN
PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 08:21 WIT

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 November 2026 - 05:23 WIT

Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Senin, 2 November 2026 - 02:20 WIT

Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla

Minggu, 1 November 2026 - 14:29 WIT

Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT