Maluku Teguhkan Komitmen Menuju Net Zero Emission Lewat Pembangunan Rendah Karbon

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 16 September 2025 - 10:51 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku– Pemerintah Indonesia melalui Kementerian PPN/Bappenas bersama Pemerintah Inggris memperkuat kerja sama dalam mewujudkan pembangunan rendah karbon berketahanan iklim di Maluku.

Langkah ini ditandai dengan penyelenggaraan forum dialog kebijakan di Ambon pada 15–16 September 2025, yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk lembaga legislatif, pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga masyarakat sipil.

Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Bappenas, Leonardo A. A. Teguh Sambodo, menyebut forum tersebut menjadi momentum penting bagi Maluku yang memiliki potensi besar dalam energi baru terbarukan dan sumber daya kelautan.

“Melalui kolaborasi multipihak, kami optimistis Maluku dapat menjadi model implementasi pembangunan rendah karbon yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Maluku sendiri dikenal sebagai lumbung ikan nasional, dengan subsektor perikanan menyumbang 58 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Sekitar 87 persen penduduknya menggantungkan hidup pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Selain itu, provinsi ini memiliki kekayaan ekosistem strategis berupa tutupan hutan seluas lebih dari 3 juta hektare serta ekosistem karbon biru—mangrove, lamun, dan terumbu karang—seluas lebih dari 1,2 juta hektare.

Baca Juga :  Nuansa Kemerdekaan, SBAM Life Festival 2024 Sukses Digelar; Kolaborasi Olahraga dan Hiburan

Meski memiliki potensi besar, implementasi Pembangunan Rendah Karbon di Maluku masih menghadapi tantangan, mulai dari kerangka kebijakan yang terbatas hingga partisipasi pemangku kepentingan yang belum optimal.

Namun, forum ini menjadi ruang untuk memperkuat tata kelola dan kapasitas agar pembangunan rendah karbon dapat lebih inklusif.

Direktur Lingkungan Hidup Bappenas, Nizhar Marizi, menegaskan bahwa integrasi agenda pembangunan rendah karbon dalam perencanaan daerah bukan hanya kewajiban administratif, tetapi strategi pembangunan jangka panjang.

“Dengan target pengurangan emisi 60,93 persen pada 2030, Maluku berpotensi menjadi contoh bagi provinsi lain dalam upaya mencapai Net Zero Emission 2060,” katanya.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses
ICMI Maluku Gelar Maluku Business Forum 2026, Jusuf Kalla Tiba di Ambon Disambut Pangdam Pattimura dan Wagub
Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN
PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 08:21 WIT

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 November 2026 - 05:23 WIT

Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Senin, 2 November 2026 - 02:20 WIT

Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla

Minggu, 1 November 2026 - 14:29 WIT

Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT