Jakarta – Forum Moeda Indonesia (FORMID) menggelar diskusi politik bertajuk “Kepemimpinan Bahlil, Masa Depan Golkar, dan Arah Politik Indonesia” di Phoenam Coffee, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (25/9/2025) kemarin.
Forum tersebut menegaskan keyakinan bahwa kepemimpinan Bahlil Lahadalia mampu membawa Golkar tampil dengan wajah baru dan membuka jalan kemenangan pada Pemilu 2029.
Ketua Umum FORMID, Abubakar Solissa, menyebut Bahlil sebagai teladan generasi muda.
“Bang Bahlil adalah role model bagi anak muda saat ini. Sepak terjangnya di politik dan pemerintahan menjadikannya figur yang patut dicontoh,” tegas Soulissa, Jumaat (26/09).
Nada serupa disampaikan Jefri Gultom, Pengurus Pusat Angkatan Muda Pembaharu Indonesia (AMPI). Ia menilai kepemimpinan Bahlil bersifat egaliter, demokratis, dan membuka ruang besar bagi anak muda.
“Melihat gaya kepemimpinan Bang Bahlil, saya optimistis Golkar akan menang di Pemilu 2029 mendatang,” ujarnya penuh keyakinan.
Sementara itu, Syaf Lessy, Wakil Ketua Umum PP AMPG, menegaskan bahwa Golkar kini hadir dengan wajah politik yang lebih modern.
“Bang Bahlil memberikan warna baru. Ia menggeser pola politik feodal menjadi politik yang terbuka dan demokratis,” jelasnya.
Bahkan, lanjut Syaf, terpilihnya Bahlil sebagai Ketua Umum Golkar memberi pesan kuat: siapa pun, tanpa harus berasal dari keluarga elite politik maupun berlatar belakang finansial besar, berhak memimpin partai besar seperti Golkar.
Pengakuan terhadap rekam jejak Bahlil juga datang dari Reza Pahlevi, sosial youth influencer. Menurutnya, kepemimpinan Bahlil di Kementerian Investasi maupun ESDM sarat terobosan.
“Target yang diberikan Presiden selalu tuntas dipenuhi dengan capaian yang nyata,” kata Reza.
Bendahara Umum FORMID, Yoga Mirza Pratama, menambahkan bahwa kiprah Bahlil sudah teruji sejak menjadi aktivis mahasiswa hingga memimpin organisasi pengusaha muda.
“Bang Bahlil membuktikan bahwa kerja keras dan kerja cerdas dapat mengantarkan seorang aktivis hingga ke pucuk pimpinan partai besar. Itulah yang menginspirasi generasi muda,” ungkap Yoga.
Diskusi yang diwarnai apresiasi terhadap kiprah Bahlil ini kian menguatkan pandangan bahwa Golkar tengah berada di era transformatif, dengan kepemimpinan yang diyakini akan menjadi motor perubahan politik Indonesia ke depan.***














Komentar