Digelar Diruang Terbuka FISK IAKN Ambon, NGOPI Bicara Perihal Kekerasan

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 3 Oktober 2025 - 13:16 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku – Fakultas Ilmu Sosial dan Keagamaan (FISK) Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon kembali menghadirkan forum diskusi ilmiah bertajuk NGOPI (Ngobrol Pintar), Jumat (3/10).

Kegiatan yang untuk kali kedua digelar sejak resmi diluncurkan Agustus lalu, berlangsung di ruang terbuka di gedung fakultas.

Diskusi NGOPI edisi Oktober ini mengangkat tema kekerasan di dunia kampus. Dekan FISK IAKN Ambon, Febby Nancy Patty, menyatakan kegiatan ini penting untuk mendorong keterbukaan dan kesadaran sivitas akademika dalam menyikapi isu-isu kritis.

Dikatakan, IAKN memiliki regulasi yang jelas. Sesuai Peraturan Menteri Agama (PMA), setiap satuan pendidikan di bawah Kementerian Agama, termasuk perguruan tinggi keagamaan, wajib mencegah dan menangani kekerasan.

Ia menjelaskan, aturan tersebut mengatur langkah pencegahan melalui sosialisasi dan pengembangan kurikulum, serta penanganan kasus dengan mekanisme pelaporan, perlindungan, pendampingan, penindakan, hingga pemulihan korban.

Sanksi pidana dan administrasi juga disiapkan bagi pelaku yang terbukti melakukan kekerasan.

Kekerasan di lingkungan kampus harus menjadi perhatian bersama, baik dosen, pegawai, maupun mahasiswa.

Baca Juga :  Jalan Jenderal Sudirman Ambon, KAT Apresiasi Respon Pemprov atas Aset Negara di Ambang Klaim Pribadi

Koordinator NGOPI, Ferry Rangi, menambahkan bahwa forum ini dirancang sebagai ruang intelektual untuk mahasiswa agar dapat membedah dinamika sosial sekaligus memperkuat peran mereka sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.

Antusiasme mahasiswa terlihat dari padatnya peserta yang hadir. Tiga narasumber dihadirkan dalam diskusi, masing-masing dari kalangan aktivis perempuan, praktisi Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS), serta perwakilan yayasan yang bergerak di bidang advokasi kekerasan di dunia pendidikan dan masyarakat.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses
ICMI Maluku Gelar Maluku Business Forum 2026, Jusuf Kalla Tiba di Ambon Disambut Pangdam Pattimura dan Wagub
Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN
PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 08:21 WIT

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 November 2026 - 05:23 WIT

Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Senin, 2 November 2026 - 02:20 WIT

Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla

Minggu, 1 November 2026 - 14:29 WIT

Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT