Pengembang Bantah Isu Pungutan Rp20 Juta di Pasar Apung Batu Merah, Alham: Justru Saya yang Larang

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 28 Oktober 2025 - 11:40 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku — Direktur Pengembang Hatukau Waterfront City, Alham Valeo, membantah kabar yang menyebut pihaknya melakukan pungutan sebesar Rp20 juta kepada pedagang sebagai syarat agar bisa berjualan di Pasar Apung Batu Merah, Ambon.

Isu tersebut sempat beredar di media sosial dan menimbulkan berbagai spekulasi di kalangan masyarakat. Alham menegaskan, tuduhan tersebut tidak berdasar karena hingga saat ini belum ada satu rupiah pun yang ditarik dari pedagang yang akan menempati pasar tersebut.

“Itu sama sekali tidak benar. Saya juga tidak perbolehkan hal itu sama sekali,” ujar Alham saat ditemui wartawan di Ambon, Selasa (28/10/2025).

Ia menjelaskan, pembangunan Pasar Apung Batu Merah dilakukan menggunakan modal pribadi tanpa campur tangan pemerintah. Mekanisme pembayaran atau uang muka bagi pedagang baru dapat dilakukan setelah progres fisik bangunan mencapai 30 persen.

“Dan sampai saat ini belum. Kita baru akan memperbolehkan pedagang untuk membayar uang DP jika pengerjaan fisik sudah 30 persen,” kata Alham.

Menurutnya, pengembang bersama pemerintah Negeri Batu Merah telah beberapa kali melakukan sosialisasi terkait rencana pembangunan pasar tersebut. Dalam kegiatan itu, pengembang juga menghadirkan konsultan untuk memaparkan secara rinci pelaksanaan pembangunan dan pembagian lapak atau kios bagi pedagang.

Baca Juga :  BPD HIPMI Gelar Forum Ketum se-Maluku, Perkuat Sinergi dan Komitmen Organisasi

Ia menegaskan, tidak ada pemaksaan kepada pedagang untuk membayar di awal. Informasi mengenai kemungkinan pemesanan tempat lebih awal disampaikan hanya untuk mengantisipasi agar para pedagang tidak kehilangan lokasi yang diinginkan.

“Tidak ada pungutan atau pemaksaan pembayaran sebelum pekerjaan dimulai. Kalau pun nanti ada pembayaran, itu hanya bagi pedagang yang memang ingin memesan tempat lebih awal,” jelasnya.

Alham menambahkan, pembangunan Pasar Apung Batu Merah merupakan bentuk dukungan pihak pengembang terhadap pemerintah provinsi dan Kota Ambon dalam upaya menata kawasan perdagangan yang lebih modern dan tertib.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses
ICMI Maluku Gelar Maluku Business Forum 2026, Jusuf Kalla Tiba di Ambon Disambut Pangdam Pattimura dan Wagub
Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN
PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 08:21 WIT

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 November 2026 - 05:23 WIT

Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Senin, 2 November 2026 - 02:20 WIT

Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla

Minggu, 1 November 2026 - 14:29 WIT

Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT