Warga Beri Tenggat Penanganan Kasus, Insiden Tambang Gunung Tembaga SBB Nyaris Picu Konflik

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 8 Februari 2026 - 14:00 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Piru, Maluku — Insiden pembakaran sejumlah sepeda motor di lokasi tambang sinabar Gunung Tembaga, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, nyaris memicu konflik antarwarga.

Peristiwa tersebut terjadi setelah warga memberikan tenggat waktu kepada aparat kepolisian untuk menangani kasus penganiayaan terhadap seorang penambang, namun hingga batas waktu tersebut terlewati belum ada kepastian hukum.

Korban penganiayaan diketahui bernama La Ode Jamilu (43), warga Kota Ambon, yang bekerja sebagai penambang di wilayah Negeri Iha.

Ia diduga dianiaya oleh sejumlah pemuda yang disinyalir mencuri hasil tambang milik warga setempat. Akibat penganiayaan menggunakan benda keras, korban harus menjalani perawatan medis di Puskesmas Negeri Iha.

Anggota DPRD Provinsi Maluku dari Fraksi Partai Gerindra, Zein Syaiful Latukaisupy, Minggu (08/02) membenarkan peristiwa tersebut saat ditemui di kediamannya di Negeri Iha.

Ia mengatakan, situasi sempat memanas ketika korban dilarikan ke puskesmas karena warga menuntut agar pelaku penganiayaan segera ditangkap.

Baca Juga :  Bupati Fachri Kukuhkan Komitmen Pelestarian Bahasa Daerah Lewat Festival Tunas Bahasa Ibu

Menurut Latukaisupy, warga Negeri Iha telah memberikan tenggat waktu kepada pihak Polsek Huamual selama 2×24 jam untuk mengungkap dan menangkap pelaku.

Namun hingga tiga hari berlalu, belum ada perkembangan signifikan, sehingga memicu kekecewaan warga dan berujung pada aksi pembakaran sejumlah kendaraan bermotor di kawasan tambang.

“Saya sangat kecewa dengan penanganan pihak Polsek Huamual. Warga sudah memberi waktu, tetapi belum ada kejelasan. Kondisi ini memicu emosi warga hingga terjadi aksi pembakaran kendaraan sebagai bentuk protes,” ujar Latukaisupy yang juga merupakan Raja negeri Iha tersebut.

Ia menjelaskan, kendaraan yang dibakar merupakan milik sejumlah penambang asal Desa Luhu.

Meski demikian, Latukaisupy menegaskan bahwa tindakan main hakim sendiri tidak dapat dibenarkan dan setiap perbuatan melawan hukum harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga :  Cegah Radikalisme Jelang Pilkada Serentak, BNPT-FKPT Ajak Masyarakat Malteng Gembira Beragama

Sebagai langkah meredam ketegangan, pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan penanggung jawab tambang serta mendorong semua pihak yang terlibat dalam tindak pidana, baik penganiayaan maupun pembakaran kendaraan, untuk segera menyerahkan diri kepada pihak kepolisian.

“Keamanan dan kenyamanan masyarakat harus dijamin. Karena itu diperlukan langkah bijak dan jalan tengah agar kejadian ini tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas,” katanya.

Selain itu, Latukaisupy juga menginisiasi langkah mediasi dengan mengajak warga Negeri Iha dan Desa Luhu yang berada di wilayah pertambangan untuk berpartisipasi menggantikan kendaraan bermotor yang terbakar.

Langkah tersebut diambil guna mencegah timbulnya dendam dan potensi konflik lanjutan.

Ia juga mengimbau masyarakat Negeri Iha untuk sementara waktu menggunakan jalur laut dalam beraktivitas guna menghindari gesekan pascainsiden.

Sementara itu, dirinya telah menyampaikan kepada Kepala Desa Luhu agar warga Desa Luhu tetap dapat melintas melalui jalur darat dengan aman.

Latukaisupy menegaskan akan mengambil tindakan tegas terhadap siapa pun yang melakukan kekerasan lanjutan di wilayah pertambangan. Ia meminta seluruh masyarakat menahan diri dan mempercayakan penyelesaian masalah kepada aparat penegak hukum.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses
ICMI Maluku Gelar Maluku Business Forum 2026, Jusuf Kalla Tiba di Ambon Disambut Pangdam Pattimura dan Wagub
Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN
PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 08:21 WIT

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 November 2026 - 05:23 WIT

Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Senin, 2 November 2026 - 02:20 WIT

Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla

Minggu, 1 November 2026 - 14:29 WIT

Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT