Pemuda Tolak Pemindahan MIP, Soroti Pimpinan DPRD SBB “Matikan” Harapan Bersama

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 6 Maret 2026 - 08:40 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku — Kalangan pemuda Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) menyatakan keberatan terhadap rencana pemindahan proyek Maluku Integrated Port (MIP) dari Waesarisa, SBB, ke Pulau Ambon. Sikap tersebut mengemuka dalam dialog publik bertajuk “MIP SBB Failed” yang digelar DPD KNPI SBB di Ambon, sekaligus menyoroti ketidakhadiran anggota DPRD Kabupaten SBB maupun DPRD Provinsi Maluku dari daerah pemilihan SBB.

Fungsionaris DPD KNPI Maluku yang juga Ketua Umum PC IMM SBB, Iwan Paisal Tuhuteru, mengkritik sikap para wakil rakyat yang tidak menghadiri forum tersebut. Ia menilai, di tengah upaya Pemerintah Kabupaten SBB memperjuangkan agar pembangunan MIP tetap berada di Waesarisa, dukungan dari lembaga legislatif justru tidak terlihat.

Menurut Iwan, forum dialog yang digagas KNPI SBB merupakan ruang terbuka bagi para pemangku kepentingan untuk membahas masa depan proyek strategis tersebut. Namun, ketidakhadiran para legislator dinilai mencerminkan lemahnya komitmen terhadap aspirasi masyarakat yang mereka wakili.

“Forum ini disiapkan sebagai ruang terbuka untuk mendengar dan mendiskusikan persoalan yang berdampak langsung terhadap masa depan ekonomi masyarakat SBB. Tetapi yang absen justru para wakil rakyat yang seharusnya membawa suara masyarakat,” ujarnya dalam dialog tersebut.

Ia menilai kondisi ini menimbulkan ironi politik di daerah, karena pemerintah daerah masih terus berupaya memperjuangkan kepentingan masyarakat agar proyek MIP tetap dibangun di Waesarisa.

Iwan juga mengingatkan bahwa kehadiran wakil rakyat dalam forum publik merupakan bagian penting dari fungsi representasi dan penyerapan aspirasi konstituen.

“Ketika masyarakat berbicara tentang masa depan daerahnya, wakil rakyat seharusnya hadir dan berdiri di garis depan, bukan justru menghilang dari ruang dialog,” katanya.

Menurutnya, masyarakat berhak mengetahui alasan ketidakhadiran para legislator tersebut. Tanpa penjelasan yang jelas kepada publik, sikap tersebut dapat dimaknai sebagai bentuk pengabaian terhadap mandat yang diberikan rakyat.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten SBB, Alvin Tuasuun, menegaskan bahwa pemerintah daerah masih terus memperjuangkan agar pembangunan MIP tetap berada di Waesarisa.

Ia mengatakan lahan untuk pembangunan pelabuhan terintegrasi tersebut telah disiapkan dan mendapat dukungan masyarakat setempat.

“Kami masih berharap MIP tetap dibangun di Waesarisa. Lahan sudah disiapkan dan masyarakat SBB sangat mendukung. Selama belum ada keputusan final dari pemerintah pusat, kami akan terus memperjuangkannya,” ujar Alvin.

Di sisi lain, Ketua DPD KNPI SBB, Muhamad Fahrul Kaisuku, juga menyayangkan ketidakhadiran para wakil rakyat asal SBB dalam forum yang membahas masa depan daerah tersebut.

Menurutnya, dialog publik yang digagas KNPI seharusnya menjadi ruang bagi para legislator untuk menyampaikan sikap politik sekaligus memperjuangkan kepentingan masyarakat.

“Kami sangat menyesalkan ketidakhadiran para wakil rakyat asal SBB dalam forum ini. Padahal ini ruang terbuka untuk berbicara tentang masa depan daerah,” kata Fahrul.

Dialog publik tersebut digelar sebagai respons atas munculnya kabar pemindahan proyek Maluku Integrated Port dari Waesarisa di Pulau Seram ke Pulau Ambon, yang memicu kekhawatiran masyarakat SBB terhadap dampaknya bagi pembangunan ekonomi daerah.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore
BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon
BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari
69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:56 WIT

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore

Rabu, 4 November 2026 - 06:55 WIT

BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon

Selasa, 3 November 2026 - 10:47 WIT

BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari

Selasa, 3 November 2026 - 05:51 WIT

69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Berita Terbaru