Jenguk Korban Bentrokan Matraman, Widya Pratiwi Tegaskan Tak Boleh Ada Warga Negara Jadi “Manusia Kelas Dua”

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 05:20 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku– Anggota DPR RI Fraksi PAN, Widya Pratiwi Murad Ismail, menyerukan pentingnya menjaga persatuan, kesetaraan, dan penghormatan terhadap keberagaman bangsa saat menjenguk korban bentrokan di kawasan Matraman, Jakarta, yang berasal dari Maluku dan tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.

Dalam kunjungan tersebut, Widya menegaskan bahwa Indonesia dibangun melalui perjuangan dan pengorbanan seluruh anak bangsa tanpa memandang suku, ras, agama, maupun daerah asal. Karena itu, menurutnya, tidak boleh ada warga negara yang diperlakukan berbeda atau dianggap lebih rendah di negeri sendiri.

“Republik ini dibangun atas Merah Putih, atas tulang dan darah setiap manusia, dari Batavia hingga Papua, dari Jawa hingga Tenggara. Maka jangan perlakukan saudara sebangsa seperti manusia kelas dua,” tegas Widya.

Ia menilai semangat kebangsaan harus terus dipelihara melalui sikap saling menghormati, merangkul perbedaan, serta menolak segala bentuk diskriminasi yang berpotensi merusak persaudaraan antarsesama anak bangsa.

Widya mengingatkan bahwa keberagaman merupakan fondasi utama Indonesia. Karena itu, perbedaan warna kulit, latar belakang suku, maupun keyakinan tidak boleh dijadikan alasan untuk menciptakan sekat sosial di tengah masyarakat.

“Republik ini dibangun tanpa mempertanyakan suku, ras dan agama. Maka jangan jadikan warna kulit sebagai pembeda. Jakarta hingga Maluku adalah anak kandung Ibu Pertiwi yang tak boleh ditirikan di negeri sendiri,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Widya juga menyoroti dampak sosial yang ditimbulkan dari setiap konflik. Menurutnya, benturan antarkelompok hanya akan meninggalkan luka dan penderitaan, sementara persatuan dan cinta kasih menjadi jalan terbaik untuk menjaga keutuhan bangsa.

“Jangan biarkan cinta kasih diganti dengan caci maki, pelukan diganti dengan pukulan. Sebab konflik hanya menyisakan duka, sedangkan cinta selalu menumbuhkan persatuan,” katanya.

Legislator asal Daerah Pemilihan Maluku tersebut menegaskan bahwa negara harus hadir untuk seluruh rakyat Indonesia tanpa membedakan wilayah maupun latar belakang masyarakatnya. Ia menyebut masyarakat yang tinggal di wilayah timur Indonesia memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perlindungan, rasa aman, dan keadilan.

“Mereka yang mendiami bukit-bukit di Papua, mereka yang menempati garis pantai di Ambonina, mereka juga anak kandung Ibu Pertiwi yang harus dicintai negara tanpa tebang pilih,” ungkapnya.

Widya berharap pemerintah dan seluruh elemen bangsa terus memperkuat komitmen dalam menjaga persatuan nasional serta memastikan tidak ada diskriminasi terhadap warga negara di mana pun berada.

“Negara harus mau merangkul yang berbeda, sebab Indonesia adalah tanah air kita,” tegasnya.

Kunjungan Widya Pratiwi ke RSCM dinilai sebagai bentuk kepedulian terhadap korban sekaligus pesan moral agar setiap persoalan sosial diselesaikan dengan mengedepankan kemanusiaan, dialog, dan persaudaraan. Ia menegaskan bahwa menjaga keutuhan bangsa tidak hanya menjadi tanggung jawab negara melalui penegakan hukum, tetapi juga membutuhkan komitmen bersama untuk menghapus stigma, diskriminasi, dan perlakuan tidak setara terhadap sesama warga negara.

Di tengah keberagaman Indonesia, Widya mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjadikan semangat Bhinneka Tunggal Ika sebagai landasan dalam merawat persatuan dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses
ICMI Maluku Gelar Maluku Business Forum 2026, Jusuf Kalla Tiba di Ambon Disambut Pangdam Pattimura dan Wagub
Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN
PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 08:21 WIT

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 November 2026 - 05:23 WIT

Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Senin, 2 November 2026 - 02:20 WIT

Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla

Minggu, 1 November 2026 - 14:29 WIT

Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT