JAKARTA – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Maluku memanfaatkan ajang Discover Nusantara 2026 di Hotel Borobudur Jakarta sebagai panggung strategis untuk mempromosikan kekayaan seni, budaya, kerajinan, kuliner, serta produk unggulan UMKM Maluku kepada pasar nasional dan internasional.
Kegiatan yang digelar atas kolaborasi Hotel Borobudur Jakarta dan Forum Komunikasi Anjungan Daerah Se-Indonesia (FORKAPPSI) tersebut diikuti berbagai daerah di Indonesia. Maluku hadir melalui sinergi Dekranasda Provinsi Maluku bersama sejumlah organisasi perangkat daerah dan lembaga pendukung promosi daerah.
Ketua Dekranasda Provinsi Maluku, Maya Beby Lewerissa, menegaskan keikutsertaan Maluku dalam ajang tersebut merupakan langkah penting untuk memperluas akses pasar produk UMKM sekaligus memperkenalkan identitas budaya daerah kepada khalayak yang lebih luas.
Menurutnya, Discover Nusantara 2026 menjadi wadah strategis bagi daerah untuk menampilkan berbagai produk unggulan, mulai dari kerajinan tangan, busana tenun ikat, hingga pangan lokal khas Maluku yang telah dikemas secara modern, higienis, dan praktis.
“Kami sangat mengapresiasi penyelenggaraan Discover Nusantara 2026. Ini menjadi ruang yang sangat baik untuk memperkenalkan produk-produk unggulan Maluku sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku UMKM. Kami berharap kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor swasta dapat terus berlanjut guna meningkatkan daya saing produk Maluku di tingkat nasional maupun internasional,” kata Maya Beby Lewerissa, Rabu (12/8/2026).
Sementara itu, Kepala Badan Penghubung Provinsi Maluku di Jakarta, Saiful Indra Patta, mengatakan kehadiran Maluku dalam pameran tersebut merupakan bagian dari strategi memperkuat promosi daerah melalui kolaborasi lintas sektor.
Ia menjelaskan, konsep dan tampilan stan Maluku dirancang secara khusus berdasarkan arahan Ketua Dekranasda Provinsi Maluku agar mampu menampilkan beragam produk unggulan daerah secara optimal.
“Partisipasi ini merupakan wujud kolaborasi berbagai pihak untuk memperkenalkan produk kerajinan, UMKM, ekonomi kreatif, dan potensi budaya Maluku kepada pasar yang lebih luas. Langkah ini juga sejalan dengan visi pembangunan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa serta implementasi Sapta Cita Lawamena dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkuat akses pasar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah,” ujar Saiful.
Keikutsertaan Maluku dalam pameran tersebut melibatkan Dekranasda Provinsi Maluku, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Dinas Pariwisata, Badan Penghubung Provinsi Maluku Jakarta, serta Anjungan Maluku Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Selain menampilkan produk kerajinan dan tenun ikat, Maluku juga mengangkat potensi pangan lokal sebagai bagian dari identitas daerah. Berbagai olahan berbahan dasar sagu dan singkong dipamerkan dalam bentuk produk kemasan modern yang memiliki nilai tambah dan daya saing di pasar.
Upaya tersebut dinilai menjadi salah satu strategi memperkenalkan kekayaan pangan lokal Maluku sekaligus mendorong pengembangan industri kreatif berbasis sumber daya daerah.
Untuk memperkuat promosi budaya, Maluku juga akan menghadirkan pertunjukan seni tradisional selama rangkaian kegiatan berlangsung. Kepala Anjungan Maluku TMII, Stella Tanasale, mengatakan pengunjung akan disuguhkan penampilan Seni Tifa Ukulele yang dijadwalkan berlangsung pada 15 Agustus 2026 pukul 15.00 WIB di Lobi Utama Hotel Borobudur Jakarta.
Partisipasi Maluku dalam Discover Nusantara 2026 berlangsung selama 28 hari dan dibagi dalam tiga fase kegiatan. Kehadiran Maluku diharapkan tidak hanya memperkuat promosi budaya dan pariwisata, tetapi juga membuka peluang investasi serta memperluas jaringan pemasaran bagi produk UMKM dan ekonomi kreatif daerah.
Ajang tersebut dinilai menjadi ruang strategis bagi pemerintah daerah untuk memperkenalkan potensi unggulan, destinasi wisata, seni pertunjukan, hingga peluang investasi secara langsung kepada masyarakat dan pelaku usaha di ibu kota.***














Komentar