Piru, Maluku — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) mengapresiasi kinerja Pemerintah Kabupaten SBB dalam menjaga stabilitas fiskal dan mengendalikan pengelolaan keuangan daerah, Minggu (23/08).
Ketua DPC GMNI SBB, Ozy Tubaka, menilai pengelolaan keuangan daerah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten SBB menunjukkan langkah yang terukur, terutama dalam memastikan berbagai kewajiban pemerintah tetap dapat dipenuhi hingga akhir 2026.
Penilaian tersebut sejalan dengan pandangan Inspektorat Kabupaten SBB yang menyebut kondisi keuangan daerah masih dalam keadaan sehat dan aman setelah memperhitungkan posisi kas serta seluruh kewajiban pemerintah daerah.
“Kami mengapresiasi kemampuan Pemda SBB dalam menjaga fiskal daerah. Ini menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan dilakukan secara terukur dengan tetap memperhatikan kewajiban pemerintah dan kebutuhan masyarakat,” kata Ozy Tubaka.
Menurut Ozy, salah satu indikator penting adalah kemampuan pemerintah daerah memastikan pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN tetap berjalan. Bahkan, kewajiban TPP November dan Desember 2025 yang sebelumnya menjadi tanggungan pemerintah daerah telah diselesaikan.
Untuk tahun anggaran 2026, alokasi TPP juga telah disiapkan hingga Desember. Selain itu, anggaran untuk gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan tenaga paruh waktu juga telah dialokasikan hingga akhir tahun.
“Kemampuan memenuhi hak ASN, PPPK dan tenaga paruh waktu tentu menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan pelayanan pemerintahan. Ini yang kami lihat sebagai salah satu capaian yang patut diapresiasi,” ujarnya.
GMNI SBB juga menilai langkah pemerintah daerah dalam menyelesaikan kewajiban kepada pihak ketiga menjadi bagian penting dari proses penyehatan keuangan daerah. Berdasarkan penjelasan Inspektorat, kewajiban tersebut telah diperhitungkan dalam struktur keuangan daerah dan secara bertahap terus diselesaikan.
Ozy mengatakan, kondisi fiskal yang relatif terkendali harus menjadi modal bagi Pemkab SBB untuk memperkuat pelayanan publik dan menjalankan program pembangunan yang memiliki dampak langsung terhadap masyarakat.
“Kita tentu berharap kondisi fiskal ini terus dijaga. Ketika kewajiban pemerintah aman, hak aparatur terpenuhi dan masih terdapat ruang fiskal untuk program baru, maka pemerintah memiliki kesempatan lebih besar untuk mempercepat pelayanan dan pembangunan,” katanya.
GMNI SBB juga mengapresiasi kepemimpinan Bupati SBB, Ir. Asri Arman, yang dinilai memiliki tanggung jawab dalam menjaga kesinambungan pengelolaan keuangan daerah.
Menurut Ozy, menjaga kesehatan fiskal bukan hanya persoalan tersedianya kas, tetapi juga bagaimana pemerintah mampu menghitung kewajiban, mengendalikan belanja dan memastikan setiap kebijakan anggaran memiliki dasar kemampuan keuangan yang jelas.
“Yang paling penting adalah keberlanjutan. Jangan sampai program pemerintah berjalan tetapi meninggalkan beban keuangan baru. Karena itu, pengelolaan yang terukur seperti ini perlu terus dipertahankan,” tegasnya.
GMNI SBB berharap Pemerintah Kabupaten SBB bersama DPRD dapat terus memperkuat kolaborasi dalam memanfaatkan ruang fiskal yang tersedia untuk program prioritas, terutama sektor pelayanan dasar, pemberdayaan masyarakat, infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dengan kondisi keuangan yang berdasarkan penilaian Inspektorat masih dinyatakan sehat dan aman hingga Desember 2026, GMNI SBB menilai pemerintah daerah memiliki fondasi yang cukup untuk menjaga keberlangsungan pemerintahan sekaligus membuka ruang bagi agenda pembangunan baru di Kabupaten SBB.***














Komentar