TANIMBAR, TRENDING-MALUKU.COM β Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Alex Belay, melontarkan peringatan keras kepada PT Bangkit Prestasi Insani (BPI). Ia menegaskan agar perusahaan tersebut tidak terus-menerus memberi harapan palsu kepada ribuan pencari kerja lokal yang hingga kini masih menanti kejelasan nasib mereka.
Pernyataan itu disampaikan Alex Belay kepada media, Jumat (25/9/2026), menyusul semakin kaburnya program pelatihan kerja yang dijanjikan, ditambah keputusan sepihak internal perusahaan yang dinilai semakin membingungkan masyarakat.
Awalnya Optimis, Kini Kecewa
KNPI Tanimbar mengaku sejak awal sempat ragu dengan pola rekrutmen dan pendaftaran yang diterapkan BPI. Namun, organisasi kepemudaan itu memilih bersikap objektif dan berharap kehadiran perusahaan tersebut mampu menekan angka pengangguran di daerah.
Harapan itu kini berbalik menjadi kekecewaan. Proses yang berjalan dinilai semakin tidak jelas dan memicu kebingungan di tengah masyarakat.
“Ini bagian dari proses pembohongan publik. Bayangkan, di tengah ketidakpastian pelatihan terhadap ribuan anak Tanimbar pencari kerja yang hingga detik ini belum pasti, tiba-tiba muncul aroma tak sedap dengan diberhentikannya tiga orang perwakilan BPI di Tanimbar. Ini membuat kita makin bingung dan yakin bahwa motif serta tujuan BPI ini makin kabur,” tegas Alex Belay.
Minta DPRD dan Pemda Bergerak
Alex Belay tidak ingin persoalan ini berlalu begitu saja. Ia mendesak DPRD dan Pemerintah Daerah (Pemda) Tanimbar untuk segera mengambil langkah konkret, bukan sekadar diam.
Ia memperingatkan, jika legislatif dan eksekutif mengabaikan persoalan ini, KNPI tidak akan tinggal diam melihat pemuda daerah menjadi korban penipuan.
“Kalau memang DPR dan Pemda sudah tidak lagi peduli, maka mohon maaf, jika suatu ketika ribuan anak Tanimbar pencari kerja yang merasa dibohongi dan menjadi korban pemberi harapan palsu (PHP) oleh pihak BPI harus turun ke jalan untuk menanyakan langsung ke Pemda,” ancamnya.
Desak Klarifikasi atau Tolak Kehadiran BPI
Lebih lanjut, Ketua KNPI Tanimbar ini mendesak Direktur PT BPI untuk segera memberikan klarifikasi terbuka dan bertanggung jawab atas nasib ribuan pendaftar.
Jika manajemen pusat PT BPI tidak memberikan kejelasan, KNPI dengan tegas akan menolak kehadiran mereka di bumi Duan Lolat.
“Kalau yang bersangkutan tidak memberikan klarifikasi terkait kejelasan ribuan anak Tanimbar ini, maka baiknya yang bersangkutan tidak boleh lagi datang ke Tanimbar untuk melakukan aktivitas apa pun. Sikap ini dilakukan KNPI sebagai bentuk protes terbuka kepada PT BPI,” pungkas Belay.
Hingga berita ini dipublikasikan, pihak yang disebutkan belum dapat dikonfirmasi untuk memberikan klarifikasi. Media tetap membuka ruang bagi PT BPI maupun pihak terkait untuk memberikan tanggapan resmi.














Komentar