Bula, Maluku — Warga di sejumlah desa di wilayah Pulau Geser, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih.
Kondisi tersebut terjadi karena sumber air sumur warga mengalami kekeringan. Sementara sumber air yang masih tersedia sebagian besar mengandung air asin sehingga tidak layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Kondisi itu mendapat perhatian Koramil Pulau Geser. Danramil Pulau Geser, Kapten Inf Ikhsan Patimura, bersama Babinsa Koptu Rulli, melakukan langkah penanganan dengan mendistribusikan air bersih kepada masyarakat di desa-desa yang berada di sekitar wilayah Koramil.
Air bersih dikumpulkan secara bertahap menggunakan galon dan jeriken. Proses pengisian dilakukan sejak sekitar pukul 05.00 hingga 12.00 WIT.
Setelah terkumpul, air kemudian diangkut menggunakan longboat untuk didistribusikan kepada warga yang membutuhkan.
Hingga saat ini, Koramil Pulau Geser telah dua kali melakukan pengantaran air bersih.
Dalam setiap distribusi, dua longboat digunakan untuk mengangkut pasokan air.
Operasional pengiriman tersebut sementara ditopang secara swadaya oleh Danramil, termasuk kebutuhan bahan bakar.
Keterbatasan sumber air tawar juga dirasakan di wilayah sekitar Koramil Pulau Geser.
Sumber air yang masih tersedia harus diambil menggunakan mesin pompa dengan proses pengambilan yang dilakukan secara berkala, sekitar dua jam sekali.
Kondisi geografis dan keterbatasan sarana turut menjadi tantangan dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
Salah satu opsi jangka panjang yang dinilai memungkinkan adalah pembangunan sumur bor. Namun, berdasarkan kondisi sumber air setempat, pengeboran diperkirakan harus mencapai kedalaman lebih dari 200 meter untuk menghindari rembesan air asin.
Persoalan lainnya adalah keterbatasan peralatan. Mesin bor yang dibutuhkan belum tersedia di Pulau Geser dan berada di wilayah Bula, ibu kota Kabupaten Seram Bagian Timur.
Kondisi ini membuat upaya pembangunan sumber air baru membutuhkan dukungan lintas pihak, terutama pemerintah daerah.
Danramil Pulau Geser juga telah melaporkan kondisi kesulitan air bersih tersebut kepada pemerintah daerah. Namun, hingga saat ini belum ada respons atau tindak lanjut konkret terhadap laporan tersebut.
Di tengah keterbatasan itu, Koramil Pulau Geser masih melakukan distribusi air secara bertahap untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Kondisi tersebut menunjukkan kebutuhan mendesak akan intervensi pemerintah daerah untuk memastikan ketersediaan air bersih bagi warga, sekaligus menyiapkan solusi permanen melalui pembangunan sumber air yang sesuai dengan karakteristik geografis Pulau Geser.
Bagi masyarakat di wilayah kepulauan, air bersih bukan sekadar kebutuhan harian, tetapi kebutuhan dasar yang sangat bergantung pada akses transportasi laut dan ketersediaan sarana pendukung.
Karena itu, penanganan persoalan air di Pulau Geser membutuhkan langkah cepat sekaligus solusi jangka panjang agar masyarakat tidak terus bergantung pada distribusi air secara darurat.***














Komentar