Krisis Air Bersih Melanda Pulau Geser, Koramil Antar Pasokan dengan Longboat

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 4 Oktober 2026 - 09:50 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Bula, Maluku — Warga di sejumlah desa di wilayah Pulau Geser, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih.

Kondisi tersebut terjadi karena sumber air sumur warga mengalami kekeringan. Sementara sumber air yang masih tersedia sebagian besar mengandung air asin sehingga tidak layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Kondisi itu mendapat perhatian Koramil Pulau Geser. Danramil Pulau Geser, Kapten Inf Ikhsan Patimura, bersama Babinsa Koptu Rulli, melakukan langkah penanganan dengan mendistribusikan air bersih kepada masyarakat di desa-desa yang berada di sekitar wilayah Koramil.

Air bersih dikumpulkan secara bertahap menggunakan galon dan jeriken. Proses pengisian dilakukan sejak sekitar pukul 05.00 hingga 12.00 WIT.

Setelah terkumpul, air kemudian diangkut menggunakan longboat untuk didistribusikan kepada warga yang membutuhkan.

Hingga saat ini, Koramil Pulau Geser telah dua kali melakukan pengantaran air bersih.

Baca Juga :  Merasa Dirugikan, Keluarga Amelia Pattikawa Minta Polsek Saparua Buka Kasus Pencemaran Nama Baik

Dalam setiap distribusi, dua longboat digunakan untuk mengangkut pasokan air.

Operasional pengiriman tersebut sementara ditopang secara swadaya oleh Danramil, termasuk kebutuhan bahan bakar.

Keterbatasan sumber air tawar juga dirasakan di wilayah sekitar Koramil Pulau Geser.

Sumber air yang masih tersedia harus diambil menggunakan mesin pompa dengan proses pengambilan yang dilakukan secara berkala, sekitar dua jam sekali.

Kondisi geografis dan keterbatasan sarana turut menjadi tantangan dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Salah satu opsi jangka panjang yang dinilai memungkinkan adalah pembangunan sumur bor. Namun, berdasarkan kondisi sumber air setempat, pengeboran diperkirakan harus mencapai kedalaman lebih dari 200 meter untuk menghindari rembesan air asin.

Persoalan lainnya adalah keterbatasan peralatan. Mesin bor yang dibutuhkan belum tersedia di Pulau Geser dan berada di wilayah Bula, ibu kota Kabupaten Seram Bagian Timur.

Baca Juga :  Kapolda Maluku Pimpin Tabur Bunga di Laut, Pemprov Maluku Ajak Generasi Muda Warisi Semangat Pahlawan

Kondisi ini membuat upaya pembangunan sumber air baru membutuhkan dukungan lintas pihak, terutama pemerintah daerah.

Danramil Pulau Geser juga telah melaporkan kondisi kesulitan air bersih tersebut kepada pemerintah daerah. Namun, hingga saat ini belum ada respons atau tindak lanjut konkret terhadap laporan tersebut.

Di tengah keterbatasan itu, Koramil Pulau Geser masih melakukan distribusi air secara bertahap untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Kondisi tersebut menunjukkan kebutuhan mendesak akan intervensi pemerintah daerah untuk memastikan ketersediaan air bersih bagi warga, sekaligus menyiapkan solusi permanen melalui pembangunan sumber air yang sesuai dengan karakteristik geografis Pulau Geser.

Bagi masyarakat di wilayah kepulauan, air bersih bukan sekadar kebutuhan harian, tetapi kebutuhan dasar yang sangat bergantung pada akses transportasi laut dan ketersediaan sarana pendukung.

Karena itu, penanganan persoalan air di Pulau Geser membutuhkan langkah cepat sekaligus solusi jangka panjang agar masyarakat tidak terus bergantung pada distribusi air secara darurat.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses
ICMI Maluku Gelar Maluku Business Forum 2026, Jusuf Kalla Tiba di Ambon Disambut Pangdam Pattimura dan Wagub
Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN
PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 08:21 WIT

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 November 2026 - 05:23 WIT

Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Senin, 2 November 2026 - 02:20 WIT

Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla

Minggu, 1 November 2026 - 14:29 WIT

Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT