Piru, Maluku– Jambore Posyandu Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Tahun 2026 resmi dibuka oleh Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Maluku, Maya Baby Lewerissa, di Gedung Hatutelu, Piru, Kamis (29/10/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kapasitas, pengetahuan, keterampilan, dan kreativitas kader dalam memperkuat pelayanan Posyandu di tingkat desa dan kelurahan.
Pembukaan kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten SBB, Asri Arman, Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten SBB Rosbiaty Asri, Wakil Bupati SBB Selfinus Kainama, Wakil Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten SBB Elizabeth De Wana Kainama, Sekretaris Daerah Levener Alvin Tuasuun, serta Wakapolres SBB Kompol Piter Matahelemual.
Prosesi pembukaan ditandai dengan pemukulan tifa oleh Asri Arman, didampingi Maya Baby Lewerissa bersama sejumlah pejabat dan unsur Tim Pembina Posyandu Kabupaten SBB.
Dalam sambutannya, Maya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten SBB dan Tim Pembina Posyandu Kabupaten SBB atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, jambore memiliki arti penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya kader sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat.
“Atas nama Tim Pembina Posyandu Provinsi Maluku dan secara pribadi, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten SBB dan Tim Pembina Posyandu Kabupaten SBB atas terselenggaranya kegiatan ini,” ujarnya.
Maya menjelaskan, kehadirannya bersama jajaran di Kabupaten SBB selain untuk mempererat silaturahmi juga dalam rangka melaksanakan visitasi lapangan lomba desa pelaksana terbaik 10 Program PKK tingkat Provinsi Maluku Tahun 2026. Agenda tersebut sekaligus disinergikan dengan pelaksanaan Jambore Posyandu Kabupaten SBB.
Ia menegaskan, Posyandu saat ini telah mengalami transformasi dalam cakupan pelayanan. Jika sebelumnya lebih dikenal sebagai pusat pelayanan kesehatan ibu dan anak, kini Posyandu berkembang menjadi wadah pelayanan terpadu yang mencakup enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Keenam bidang tersebut meliputi kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial.
Perubahan tersebut, kata Maya, menuntut kader Posyandu untuk terus meningkatkan kemampuan, dedikasi, serta pemahaman terhadap berbagai aspek pelayanan dasar masyarakat.
“Kader Posyandu adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang memastikan anak-anak kita tumbuh sehat dan terbebas dari stunting,” ungkapnya.
Jambore Posyandu Kabupaten SBB Tahun 2026 juga dirangkaikan dengan sejumlah perlombaan, di antaranya lomba yel-yel penyemangat, cerdas cermat untuk menguji wawasan kader, berbagi inovasi kader Posyandu, serta lomba penerapan layanan Posyandu enam bidang SPM.
Maya berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi untuk menentukan pemenang, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi dan pertukaran pengalaman antarkader dari berbagai desa di Kabupaten SBB.
Ia mendorong seluruh peserta untuk memanfaatkan jambore sebagai kesempatan mengembangkan kreativitas, memperluas wawasan, memperkuat kekompakan, serta saling berbagi praktik pelayanan Posyandu yang telah diterapkan di wilayah masing-masing.
“Inovasi-inovasi yang ditampilkan di sini hendaknya menjadi inspirasi yang dapat dibawa pulang dan diterapkan di Posyandu masing-masing demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat di Maluku,” pesannya.
Melalui pelaksanaan Jambore Posyandu Kabupaten SBB 2026, para kader diharapkan semakin termotivasi meningkatkan kompetensi dan kreativitas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Upaya tersebut sekaligus diharapkan mendukung peningkatan kualitas kesehatan keluarga, perluasan pelayanan dasar, serta pencegahan stunting di Kabupaten Seram Bagian Barat.***














Komentar