Aliansi Adat Saka Mese Nusa Desak Polda Maluku Investigasi Tambang Nikel di SBB, Dugaan Mafia Tanah Menguat

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 6 April 2026 - 07:57 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Piru, Maluku– Forum Aliansi Masyarakat Adat Saka Mese Nusa secara tegas mendesak Polda Maluku untuk segera membentuk tim investigasi guna mengusut dugaan keterlibatan Jequline Margareth Sahetapy dalam aktivitas tambang nikel di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).

Desakan ini muncul bukan tanpa  alasan, melainkan berangkat dari kekhawatiran serius terhadap keberlangsungan hak-hak masyarakat adat atas wilayah yang selama ini menjadi ruang hidup mereka.

Kawasan yang menjadi lokasi tambang tersebut diduga kuat merupakan wilayah adat yang secara turun-temurun dikelola dan dijaga oleh masyarakat setempat.

Dalam perspektif hukum dan keadilan sosial, keberadaan masyarakat adat beserta hak ulayatnya telah diakui, baik secara konstitusional maupun melalui berbagai regulasi.

Oleh karena itu, setiap bentuk eksploitasi sumber daya alam yang dilakukan tanpa persetujuan masyarakat adat merupakan pelanggaran serius yang tidak bisa diabaikan.

Baca Juga :  Resmi Dibuka Wagub AV, Rally Wisata Siwalima: Menyatukan Adrenalin dan Keindahan Maluku

Aliansi Masyarakat Adat Saka Mese Nusa segera bertindak untuk melaporkan Jequline Margareth Sahetapy ke Polda Maluku secara resmi, karena kami telah mengantongi bukti-bukti yang kuat terkait adanya dugaan mafia Tanah dan mafia Nikel sejak tahun 2020.

Selain pencemaran lingkungan, kami juga akan melakukan Aksi Demonstrasi di kantor PT. Manusela Prima Mining yang beralamat di CITRALAND CLUSTER FLORIDA BLOK F-3/18, AMBON, PT. BINA SEWANGI RAYA, Polda Maluku dan DPRD Provinsi Maluku.

Aktivitas tambang nikel berpotensi menimbulkan dampak lingkungan yang signifikan, seperti kerusakan hutan, pencemaran air, dan hilangnya sumber penghidupan masyarakat.

Kondisi ini tidak hanya mengancam ekosistem, tetapi juga keberlanjutan budaya dan identitas masyarakat adat itu sendiri.

Dalam banyak kasus di Indonesia, konflik antara perusahaan tambang dan masyarakat adat seringkali berujung pada ketidakadilan, di mana masyarakat lokal menjadi pihak yang paling dirugikan.

Oleh sebab itu pembentukan tim investigasi oleh Polda Maluku menjadi langkah krusial untuk memastikan adanya transparansi dan akuntabilitas. Proses investigasi harus dilakukan secara independen, profesional, dan terbuka, dengan melibatkan berbagai pihak terkait, termasuk perwakilan masyarakat adat.

Hal ini penting agar hasil investigasi tidak hanya memenuhi aspek hukum, tetapi juga rasa keadilan bagi masyarakat.

Pemerintah daerah dan aparat penegak hukum diharapkan tidak hanya bertindak reaktif, tetapi juga proaktif dalam melindungi hak-hak masyarakat adat. Penegakan hukum yang tegas terhadap pihak-pihak yang terbukti melanggar akan menjadi preseden penting dalam menjaga kedaulatan masyarakat adat atas wilayahnya.

Desakan dari Aliansi Masyarakat Adat Saka Mese Nusa merupakan bentuk perjuangan untuk mempertahankan hak, lingkungan, dan identitas.

Sudah sepatutnya Negara hadir untuk memastikan bahwa pembangunan tidak mengorbankan masyarakat adat, melainkan berjalan selaras dengan prinsip keadilan dan keberlanjutan.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses
ICMI Maluku Gelar Maluku Business Forum 2026, Jusuf Kalla Tiba di Ambon Disambut Pangdam Pattimura dan Wagub
Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN
PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 05:51 WIT

69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah

Senin, 2 November 2026 - 05:23 WIT

Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Senin, 2 November 2026 - 02:20 WIT

Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla

Minggu, 1 November 2026 - 11:11 WIT

ICMI Maluku Gelar Maluku Business Forum 2026, Jusuf Kalla Tiba di Ambon Disambut Pangdam Pattimura dan Wagub

Berita Terbaru