Michael Wattimena Dorong Perumusan Kebijakan Gunung Botak Berbasis Kajian Ilmiah

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 24 Juni 2026 - 07:30 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku – Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Tata Kelola Mineral dan Batubara, Michael Wattimena, mendorong perumusan kebijakan pengelolaan kawasan pertambangan Gunung Botak, Kabupaten Buru, Maluku, dilakukan berdasarkan kajian ilmiah yang komprehensif.

Langkah tersebut diwujudkan melalui kolaborasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan Universitas Pattimura (Unpatti) untuk menyusun kajian efektivitas pengelolaan usaha pertambangan di wilayah tersebut.

Komitmen itu mengemuka dalam audiensi yang digelar Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) ESDM bersama rektor dan jajaran akademisi Universitas Pattimura di Ambon, Rabu (24/6/2026).

Pertemuan tersebut bertujuan menghimpun pandangan dan rekomendasi akademik dari berbagai disiplin ilmu sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pengelolaan Gunung Botak ke depan.

Direktur Jenderal Gakkum ESDM, Jeffri Huwae, mengatakan keterlibatan perguruan tinggi menjadi bagian penting dalam menghasilkan kebijakan yang memiliki landasan ilmiah kuat dan mampu menjawab berbagai persoalan tata kelola pertambangan yang selama ini terjadi.

Baca Juga :  Korda KNPI Kota Ambon Tegas Dukung Wattimena, Kritik Tajam Gunawan Mochtar Soal Penataan Pasar Batu Merah

Menurutnya, sinergi antara pemerintah, akademisi, dan pemerintah daerah diperlukan untuk memastikan aktivitas pertambangan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa mengorbankan aspek lingkungan maupun sosial.

“Harapannya agar harmonisasi peran perguruan tinggi dan pemerintah daerah dapat bersinergi sehingga tata kelola usaha pertambangan Gunung Botak memberi kemanfaatan bagi masyarakat tanpa menimbulkan dampak negatif,” kata Jeffri.

Ia menjelaskan, pengelolaan pertambangan di Gunung Botak saat ini masih menghadapi tantangan yang kompleks.

Aktivitas penambangan di kawasan tersebut dikelola oleh sejumlah pemegang Izin Pertambangan Rakyat (IPR) yang memiliki kemampuan produksi terbatas dan masih bergantung pada pihak lain yang menguasai modal serta teknologi pengolahan dan pemurnian mineral.

Kondisi tersebut dinilai tidak sepenuhnya sejalan dengan prinsip pertambangan rakyat dan berpotensi menimbulkan berbagai risiko, mulai dari persoalan keselamatan kerja hingga dampak pencemaran lingkungan.

Karena itu, penguatan fungsi pengawasan dan pengendalian oleh pemerintah daerah dinilai menjadi langkah penting guna memastikan pemanfaatan sumber daya mineral dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat lokal sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Baca Juga :  Yeni Rosbayani Asri Bawa Festival Qasidah SBB Jadi Ruang Syiar dan Penguatan Persaudaraan

Jeffri menegaskan, langkah menggandeng kalangan akademisi merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menerapkan prinsip Good Mining Practice atau tata kelola pertambangan yang baik.

Melalui kajian ilmiah yang mendalam, pemerintah akan memetakan berbagai aspek strategis, mulai dari hukum, teknis operasional, komersial, sosial budaya, hingga lingkungan hidup.

Menurutnya, Gunung Botak merupakan aset strategis yang harus dikelola secara bertanggung jawab agar mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Maluku dan negara.

“Setiap opsi kebijakan yang akan dipilih harus didasarkan pada pertimbangan yang matang sehingga dapat meminimalkan risiko terhadap lingkungan, menjaga stabilitas sosial, dan tetap memberikan kontribusi bagi penerimaan negara,” ujarnya.

Masukan, gagasan, dan telaah kritis yang disampaikan para akademisi Universitas Pattimura nantinya akan menjadi bagian penting dalam penyusunan Dokumen Kajian Efektivitas Pengelolaan Usaha Pertambangan Gunung Botak.

Dokumen tersebut diharapkan menjadi rujukan bagi pemerintah pusat dalam menentukan arah kebijakan pengelolaan kawasan tambang yang legal, berkeadilan, berkelanjutan, dan mampu mendorong kemakmuran masyarakat Maluku dalam jangka panjang.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari
69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses
ICMI Maluku Gelar Maluku Business Forum 2026, Jusuf Kalla Tiba di Ambon Disambut Pangdam Pattimura dan Wagub
Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 10:47 WIT

BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari

Selasa, 3 November 2026 - 05:51 WIT

69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah

Senin, 2 November 2026 - 05:23 WIT

Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Minggu, 1 November 2026 - 14:29 WIT

Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Berita Terbaru