Pemerhati Desak Gubernur Aktifkan Pelabuhan Waisarisa, Jadikan Sentra Doking Kapal Besar untuk Dongkrak PAD Maluku

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:54 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku– Pemerhati Kebijakan Publik dan Politik Maluku, Darul Kutni Tuhepaly, mendesak Gubernur Maluku segera mengaktifkan kembali kawasan pelabuhan Waisarisa yang sebelumnya direncanakan sebagai bagian dari proyek Maluku Integrated Port (MIP).

Tuhepaly menilai Waisarisa memiliki posisi strategis untuk dikembangkan menjadi pusat layanan dry docking atau perbaikan dan perawatan kapal-kapal berukuran besar.

Menurutnya, potensi tersebut harus mulai dioptimalkan sebagai bagian dari strategi memperkuat ekonomi maritim sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Maluku.

“Selama ini kapal-kapal besar masih harus keluar daerah untuk doking. Padahal kita punya potensi lokasi dan infrastruktur dasar di Waisarisa yang bisa kita maksimalkan. Ini bukan hanya soal pelabuhan, tapi soal kemandirian ekonomi daerah,” ujar Tuhepaly kepada wartawan, Selasa (12/8/2026).

Ia mengatakan, pengoperasian Waisarisa sebagai kawasan doking kapal besar dapat membuka rantai ekonomi baru. Tidak hanya melalui jasa kepelabuhanan, tetapi juga sektor perbengkelan, logistik, transportasi, hingga penyerapan tenaga kerja lokal.

Baca Juga :  Akhir Pekan Jelang Ramadhan 1446 H, Masyarakat Pulau Ambon Padati Wisata Pantai Liang

Tuhepaly juga menilai momentum tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkuat peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Maluku. BUMD, kata dia, tidak seharusnya hanya berorientasi pada pengelolaan aset, tetapi harus didorong masuk ke sektor-sektor produktif yang memiliki potensi pendapatan berkelanjutan.

“Bayangkan, setiap kapal besar yang doking di sini akan ada pemasukan dari jasa labuh, tambat, bengkel, logistik, sampai tenaga kerja lokal. Ini sumber duit baru yang bisa meningkatkan PAD Maluku secara signifikan,” tegasnya.

Menurut Tuhepaly, Maluku sebagai provinsi kepulauan semestinya memiliki industri jasa maritim yang kuat. Posisi geografis Maluku yang berada di jalur pelayaran serta memiliki wilayah laut yang luas dinilai menjadi modal penting untuk membangun ekosistem industri perkapalan dan jasa pendukungnya.

Karena itu, ia meminta Pemerintah Provinsi Maluku tidak membiarkan kawasan Waisarisa berhenti sebagai bagian dari rencana pembangunan masa lalu.

Pemerintah daerah, menurutnya, perlu melakukan kajian teknis dan ekonomi sekaligus membuka komunikasi dengan Kementerian Perhubungan serta pihak terkait untuk memastikan kelayakan pengoperasian kawasan tersebut.

“Jangan sampai aset strategis ini mangkrak. Gubernur harus ambil langkah cepat. Buka Waisarisa sebagai pelabuhan doking, hidupkan BUMD, dan buktikan Maluku mampu mandiri secara ekonomi maritim,” kata Darul.

Ia berharap pemerintah dapat menyusun skema pengelolaan yang jelas, termasuk model kerja sama dengan investor atau badan usaha yang memiliki kompetensi di bidang galangan dan jasa perawatan kapal.

Tuhepaly menegaskan, pengembangan Waisarisa tidak semata-mata berbicara mengenai pembangunan infrastruktur pelabuhan, tetapi bagaimana Maluku mampu menangkap perputaran ekonomi dari aktivitas kapal yang selama ini justru dinikmati daerah lain.

“Kalau kapal-kapal besar bisa kita tarik untuk doking di Maluku, maka uang yang selama ini keluar daerah bisa berputar di sini. Itu yang harus dipikirkan pemerintah,” pungkasnya.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore
BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon
BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari
69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:56 WIT

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore

Rabu, 4 November 2026 - 06:55 WIT

BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon

Selasa, 3 November 2026 - 10:47 WIT

BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari

Selasa, 3 November 2026 - 05:51 WIT

69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Berita Terbaru