“Inilah Anak Kita”, Ungkapan Haru Warga Sabal Sambut Reses Yan Sairdekut

- Jurnalis

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:08 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

πŸ™ Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

SAUMLAKI, TRENDING-MALUKU.COM, β€” Suasana haru menyelimuti Dusun Sabal, Kecamatan Wermaktian, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Kamis (22/10/2026). Bagaimana tidak, untuk pertama kalinya dalam kurun waktu lebih dari empat dekade, seorang anggota DPRD hadir langsung di tengah-tengah masyarakat dusun kecil yang selama ini seolah terpinggirkan dari pembangunan dengan cara dan gaya yang sama sekali berbeda.

“Inilah saudara kita, inilah anak kita. Kurang lebih 42 tahun di Sabal, dari periode ke periode tidak pernah ada satupun anggota DPRD yang melaksanakan hal seperti ini di Sabal. Ini merupakan bentuk tanggung jawab sebagai putra Seira.”

Kalimat penuh haru itu diucapkan Anton Miru, Ketua RT 09 Dusun Sabal, saat menyambut kedatangan Yanuaris Sairdekut, S.Sos., anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dalam agenda Reses Masa Sidang III Tahun 2026.

Dusun Sabal sendiri merupakan bagian dari Desa Kamatubun dengan jumlah kepala keluarga sebanyak 74, yang mayoritas bermata pencaharian sebagai nelayan.

Kedatangan Yan, sapaan akrab Yanuaris Sairdekut disambut secara adat oleh para tetua adat di pantai yang merupakan pintu masuk desa. Usai ritual adat, rombongan disambut dengan tarian adat dari ibu-ibu Sabal, menandakan betapa besar harapan warga terhadap kehadiran wakil rakyat di tengah mereka.

Bukan Sekadar Reses, Tapi Bukti Kehadiran Negara
Reses kali ini bukan sekadar agenda formal. Yan memboyong dr. Rooy Rafles Batkormbawa, mantri Otis Leftungun, dan empat tenaga medis dari Puskesmas Seira untuk melakukan pengobatan gratis bagi warga.

Pemeriksaan meliputi penyakit menular dan tidak menular serta pemberantasan malaria mengingat Seira berada pada peringkat pertama kasus malaria di Tanimbar.

Tak hanya itu, Yan juga membagikan 65 karung beras berukuran 5 kg yang dibawa langsung dari Kota Saumlaki. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi 60 kepala keluarga, diserahkan langsung oleh Yan bersama istri dan staf kesekretariatan DPRD yang turut serta dalam rombongan.

“Saya datang membawa tenaga medis. Sebagai anggota DPRD, saya bermitra dengan 16 OPD. Saya berada di Komisi II yang membidangi pendidikan, kesehatan, pertanian, perikanan, dan lain-lain,” ujar Yan menjelaskan alasan kehadirannya.

Berawal dari Kepedulian, Berakhir di Sabal
Menariknya, pemilihan Sabal sebagai lokasi reses berawal dari kepedulian. Yan mengaku beberapa waktu lalu datang ke Sabal dan mendapati ada warga yang sakit.

Tanpa ragu, ia langsung mengubah jadwal reses dan memilih Sabal sebagai lokasi, sekaligus memastikan kondisi kesehatan masyarakat di sana.

“Ini adalah bagaimana menjembatani dua kepentingan sekaligus, yaitu melakukan komunikasi dua arah antara masyarakat dan anggota DPRD. Saya akan mendengarkan usul, saran, dan masukan untuk dicatat, nantinya dibahas dan diperjuangkan dalam rapat anggaran,” tegasnya.

Baca Juga :  Gempa 4.9 SR di Amalatu, Warga Minta Keterangan Resmi dari BMKG Agar Tidak Panik

Aspirasi Warga: Dari Pendidikan Hingga Penerangan Jalan
Dalam dialog bersama warga, sejumlah aspirasi disampaikan. Di bidang pendidikan, warga mengeluhkan satu gedung tua yang hingga kini tidak dipergunakan, serta berharap perhatian terhadap pagar sekolah.

Di bidang kesehatan, warga memohon penyelesaian gedung Puskesmas Pembantu (Pustu) yang hingga saat ini belum tuntas, termasuk hak-hak pembayaran yang belum diterima warga. Alat kesehatan dan perlengkapan pustu pun belum tersedia, seperti tempat tidur pasien. Warga juga memohon bantuan obat malaria yang masih menjadi momok di wilayah tersebut.

Selain itu, warga memohon bantuan penerangan jalan karena Dusun Sabal sangat gelap pada malam hari.

Janji Konkret di Tengah Keterbatasan Anggaran
Menanggapi aspirasi tersebut, Yan tidak hanya berjanji. Ia menyampaikan sejumlah komitmen konkret. Untuk pustu di Sabal, ia mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan direncanakan tahun depan akan diselesaikan karena anggarannya masih tersedia.

“Untuk lampu jalan, secara pribadi saya akan menyumbangkan dalam waktu dekat untuk 10 titik,” ujarnya.

Yang paling mengejutkan, Yan berjanji akan memberikan satu buah speedboat secara pribadi untuk transportasi desa guna menjawab keluh kesah masyarakat agar dapat bepergian ke kecamatan dan desa induk.

“Tahun depan saya akan menyiapkan satu unit secara pribadi, bukan dari APBD, untuk Sabal agar kepentingan masyarakat dapat terakomodasi,” tegasnya.

Yan juga mengungkapkan bahwa berdasarkan pertemuan dengan Kementerian Kesehatan, pihaknya telah mendapatkan bantuan satu buah speedboat keliling untuk layanan kesehatan. Speedboat tersebut sudah ada di Batu Putih, namun dana operasionalnya masih diupayakan.

Keterbatasan Anggaran Daerah yang Jujur Diakui
Di tengah janji-janji tersebut, Yan tidak menutupi kondisi keuangan daerah. Ia menjelaskan bahwa Kabupaten Kepulauan Tanimbar saat ini tidak dalam kondisi yang baik.

Daerah sedang mengalami efisiensi anggaran dari pusat, di mana APBD yang semula digelontorkan dari pusat sebesar Rp900 miliar turun menjadi sekitar Rp.700 miliar per tahunnya.

“Hal ini berdampak pada pembangunan yang belum merata kepada masyarakat. Ini bukan karena kesengajaan, tetapi karena anggaran yang terbatas harus dibagikan secara merata untuk 82 desa dan 7 dusun. Karena itu, saya menyampaikan permohonan maaf atas nama pemerintah daerah apabila hingga saat ini Dusun Sabal belum mendapat bagian yang adil dari porsi anggaran tersebut,” ujar Yan dengan nada penuh penyesalan.

Capaian Nyata di Bidang Pendidikan
Meski demikian, Yan memaparkan sejumlah capaian di bidang pendidikan. Untuk APBD Tahun 2026, ia diberikan porsi anggaran untuk pokok pikiran sebesar Rp.750 juta dan telah berhasil membangun tiga pagar di tiga SD di Seira.

Pembangunan pagar tahun 2025 dilaksanakan di SD Negeri 1Seiea, SD Kristen 2 Seira dan
Pembangunan Pagar Tahun 2026 di SD Negeri Inpres 1 dan 2 Seira serta SD Kristen 1 Seira.

“Mengapa pagar SD? Karena sejak saya lahir hingga saat ini belum ada pagar sama sekali,” ujarnya.

Baca Juga :  Aktivitas Pengolahan Emas Kembali Disorot, Polda Maluku dan Kodam Pattimura Diminta Buka Mata soal Gunung Botak

Sisa anggaran pembangunan pagar tersebut dialihkan untuk membangun kantor Sekretariat Jemaat GPM Seira sebesar Rp.70 juta dan telah dicairkan seluruhnya. Sisanya untuk angkatan muda Cabang Imanuel 1 dan 2, termasuk Orang Muda Katolik di Seira, dan sisanya untuk pembangunan gedung Gereja Marantutul.

Rencana 2027: Tribun Lapangan Botawi
Untuk APBD Tahun 2027, Yan mengajukan pokok pikiran sebesar Rp.750 juta untuk membangun tribun di Lapangan Botawi Seira. Lapangan tersebut setiap peringatan 17 Agustus selalu penuh dengan rumput dan para kepala desa mulai mencari dana ke sana kemari untuk membersihkannya.

“Karena itu, saya berencana membangun tribun di lokasi tersebut, minimal sudah dipagari, disemen, dan ditutup,” jelasnya.

Namun, rencana ini dapat terlaksana apabila Tahun 2027 tidak ada rehabilitasi kantor DPRD. Apabila ada rehabilitasi, rencana ini belum dapat terwujud karena pemerintah daerah berencana mengalokasikan dana dari pokok pikiran seluruh anggota DPRD untuk renovasi gedung dewan.

Status Dusun yang Tak Kunjung Naik
Terkait status Dusun Sabal dan beberapa dusun lainnya di Tanimbar, Yan menjelaskan bahwa statusnya belum dapat ditingkatkan karena Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) tidak cermat dan tidak teliti.

Saat ada perintah Gubernur untuk pengusulan dusun-dusun dinaikkan statusnya menjadi desa, ternyata dusun-dusun di Tanimbar tidak memenuhi syarat karena sudah kedaluwarsa.

“Seharusnya dua hingga tiga tahun lalu sudah difinalisasi. Karena itu, ketika diajukan sudah cacat formil. Oleh karena itu, dusun tersebut dilebur kembali ke desa induk sambil berproses melalui Rancangan Peraturan Daerah kembali,” paparnya.

Bantuan Longboat dan Speedboat untuk Rakyat
Yan juga menegaskan bahwa beberapa longboat yang ia berikan di Sabal bukan berasal dari uang negara. Ia telah menjanjikan untuk pendukungnya sebanyak 200 longboat dan saat ini sudah ada 48 unit, serta direncanakan pada tahun ini diserahkan 100 longboat.

“Bantuan tersebut bukan berasal dari uang negara, melainkan dari pribadi. Bagi warga yang belum mendapatkan, tahun depan akan diupayakan untuk saudara-saudara yang lain,” tegasnya.

Ditutup dengan Kebersamaan
Usai reses bersama warga Sabal, kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama yang seluruh makanan dan minuman difasilitasi langsung oleh Yan Sairdekut.

Masyarakat pun senang dan antusias menyambut kegiatan tersebut dengan mempersiapkan bahan mentah mulai dari ikan, babi, sayur, dan keperluan lain untuk menu bakar batu.

Usai santap siang, dilaksanakan pemeriksaan dan pengobatan gratis bagi warga. Tampak antusiasme masyarakat terhadap kegiatan sosial ini. Masing-masing warga mendaftarkan diri dengan membawa KTP dan BPJS. Warga tua dan muda turun langsung memeriksa kesehatan masing-masing. Sementara itu, 65 karung beras dibagikan kepada warga Sabal.

Kehadiran Yan Sairdekut di Dusun Sabal bukan sekadar agenda reses rutin. Bagi warga, ini adalah bukti bahwa mereka masih diingat.

“Inilah anak kita” bukan sekadar ungkapan haru, melainkan cerminan harapan yang selama 42 tahun terpendam, harapan bahwa wakil rakyat benar-benar hadir, mendengar, dan bertindak nyata di tengah masyarakat kecil yang selama ini nyaris terlupakan.

 

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari
69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses
ICMI Maluku Gelar Maluku Business Forum 2026, Jusuf Kalla Tiba di Ambon Disambut Pangdam Pattimura dan Wagub
Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 10:47 WIT

BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari

Selasa, 3 November 2026 - 05:51 WIT

69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah

Senin, 2 November 2026 - 05:23 WIT

Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Minggu, 1 November 2026 - 14:29 WIT

Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Berita Terbaru