Dari Kajian ke Aksi Kolaborasi, IMM dan HMI Ajak Pemuda SBB Ambil Peran dalam Pembangunan Daerah

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 30 Oktober 2026 - 05:07 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Piru, Maluku– Organisasi mahasiswa di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) mulai mendorong penguatan peran pemuda melalui ruang dialog lintas sektor.

Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) SBB bersama Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang SBB menggelar diskusi publik dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, Kamis (29/10/2026) malam, di Waimital, Kecamatan Kairatu.

Diskusi yang mengusung tema “Merajut Persatuan Membangun Kolaborasi: Menakar Arah Pemuda Seram Bagian Barat di Tengah Perubahan Zaman” tersebut berangkat dari kajian internal kedua organisasi mahasiswa yang kemudian dikembangkan menjadi forum publik. Gagasan ini diarahkan untuk mempertemukan perspektif pemuda dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, kepolisian, dan kalangan akademisi.

Forum tersebut menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai tantangan kepemudaan, pendidikan, penegakan hukum, keamanan dan ketertiban masyarakat, hingga keterlibatan generasi muda dalam agenda pembangunan daerah.

Sejumlah narasumber dari berbagai unsur hadir dalam kegiatan tersebut. Pemerintah Kabupaten SBB diwakili Kepala Dinas Pendidikan, Jafar Sidik. Kejaksaan Negeri SBB diwakili Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel), sementara Polres SBB diwakili Kepala Satuan Pembinaan Masyarakat (Kasat Binmas). Diskusi juga menghadirkan perwakilan kalangan akademisi.

Baca Juga :  Lokakarya Evaluasi Program SKALA, Kasrul Tegaskan Penguatan Tata Kelola dan Pelayanan Dasar

Berawal dari kajian organisasi, diskusi publik ini memperlihatkan upaya IMM dan HMI memperluas ruang intelektual mahasiswa agar tidak berhenti pada perdebatan internal. Gagasan yang lahir dari kajian diharapkan dapat diuji melalui dialog terbuka dengan para pemangku kepentingan, sekaligus menghasilkan perspektif yang lebih luas terhadap persoalan daerah.

Dalam konteks pembangunan SBB, pemuda dituntut tidak hanya hadir sebagai kelompok yang menyampaikan kritik, tetapi juga menjadi bagian dari proses pencarian solusi. Kritik, gagasan, dan kontrol sosial tetap menjadi fungsi penting mahasiswa, namun perlu diimbangi dengan kemampuan membangun komunikasi serta menawarkan pemikiran yang konstruktif.

Momentum Sumpah Pemuda juga menjadi pengingat bahwa persatuan merupakan fondasi penting dalam perjalanan bangsa. Ikrar 28 Oktober 1928 tentang satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa Indonesia menjadi warisan sejarah yang harus diterjemahkan dalam konteks tantangan generasi saat ini.

Jika generasi muda 1928 menjadikan persatuan sebagai kekuatan untuk memperjuangkan kemerdekaan, maka generasi sekarang memiliki tanggung jawab melanjutkan semangat tersebut melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan solidaritas sosial, pengawasan pembangunan, serta kontribusi nyata bagi masyarakat.

Bagi Seram Bagian Barat, tantangan kepemudaan tidak terlepas dari persoalan pendidikan, terbatasnya kesempatan kerja, pemerataan pembangunan, serta upaya menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat. Persoalan tersebut membutuhkan keterlibatan banyak pihak, termasuk organisasi mahasiswa sebagai bagian dari kekuatan sosial dan intelektual daerah.

Karena itu, hubungan antara pemuda dan pemerintah perlu dibangun melalui komunikasi yang terbuka dan setara. Perbedaan pandangan tidak semestinya menjadi penghalang kolaborasi. Sebaliknya, kritik dan masukan dari kalangan mahasiswa dapat menjadi bagian dari proses evaluasi dan pengayaan kebijakan publik.

Melalui kegiatan ini, PC IMM SBB dan HMI Cabang SBB mendorong agar peringatan Sumpah Pemuda tidak sebatas agenda seremonial tahunan, tetapi menjadi momentum memperkuat tradisi berpikir kritis, membangun kepemimpinan, dan memperluas partisipasi generasi muda dalam pembangunan.

Semangat Pemuda Saka Mese Nusa menjadi pesan bahwa persatuan, kepedulian, dan kolaborasi merupakan modal sosial yang perlu terus dirawat untuk mendorong kemajuan Kabupaten Seram Bagian Barat.

Pemuda tidak cukup hanya menjadi penonton atau pengkritik perubahan. Lebih dari itu, generasi muda harus mampu membaca persoalan, melahirkan gagasan, membangun sinergi, dan mengambil tanggung jawab dalam menentukan arah masa depan daerah.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses
ICMI Maluku Gelar Maluku Business Forum 2026, Jusuf Kalla Tiba di Ambon Disambut Pangdam Pattimura dan Wagub
Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN
PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 08:21 WIT

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 November 2026 - 05:23 WIT

Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Senin, 2 November 2026 - 02:20 WIT

Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla

Minggu, 1 November 2026 - 14:29 WIT

Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT