Jakarta,– Dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan industri sagu di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, semakin terbuka. Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Muhammad Sarmuji, kembali menegaskan dukungannya terhadap gagasan hilirisasi sagu yang diperjuangkan Pemerintah Kabupaten SBT.
Penegasan tersebut disampaikan dalam forum Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) yang dihadiri sejumlah pengusaha.
Bupati SBT, Fachri Husni Alkatiri, melalui akun media sosial pribadinya, Minggu (01/11) mengungkapkan, dukungan Menteri Perindustrian tersebut merupakan perkembangan positif dari upaya pemerintah daerah memperjuangkan potensi sagu sebagai komoditas unggulan daerah.
Fachri menjelaskan, sebelum dukungan itu kembali dipertegas dalam forum Rapimnas KADIN, dirinya telah melakukan dua kali pertemuan dengan Menteri Perindustrian.
Dalam pertemuan tersebut, pihaknya menyampaikan potensi sagu yang dimiliki Kabupaten SBT, termasuk gagasan hilirisasi serta berbagai langkah yang selama ini telah dilakukan pemerintah daerah untuk mendorong pengembangan komoditas tersebut.
Menurut Fachri, respons Menteri Perindustrian sangat positif. Bahkan, dukungan tersebut kembali disampaikan di hadapan para pelaku usaha dalam forum nasional KADIN.
Bagi Pemerintah Kabupaten SBT, dukungan tersebut menjadi peluang penting untuk mendorong pengembangan industri pengolahan sagu yang selama ini menjadi salah satu potensi sumber daya alam daerah.
Hilirisasi sagu diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai tambah komoditas, tetapi juga membuka peluang investasi, menciptakan lapangan pekerjaan, memperkuat sektor usaha masyarakat, serta meningkatkan kesejahteraan petani sagu.
Melalui pengembangan industri di daerah, SBT diharapkan tidak sekadar menjadi penghasil bahan baku, tetapi juga mampu mengambil peran dalam rantai produksi dan pemasaran produk olahan sagu dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Fachri berharap dukungan pemerintah pusat dan perhatian kalangan pengusaha dapat ditindaklanjuti melalui langkah konkret sehingga gagasan hilirisasi yang selama ini diperjuangkan segera terealisasi.
“Insyaallah semangat dan ide yang kita perjuangkan ini segera terlaksana, sehingga memberi dampak nyata kepada daerah dan masyarakat,” demikian disampaikan Fachri.***














Komentar