Serangan di Media Sosial dan Saluran WAG, Walikota Ambon Ingatkan Pentingnya Fakta dan Etika Kritik

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 27 Januari 2026 - 12:20 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku – Walikota Ambon Bodewin Wattimena menanggapi tudingan aktivitas ilegal yang disebarkan oleh sejumlah aktivis kota melalui media sosial dan WhatsApp Group (WAG) besar di Maluku.

Tanggapan itu langsung melalui akun Facebook pribadinya pada, Selasa (27/01).

Ia menekankan bahwa kritik publik harus berbasis fakta dan tidak boleh menyerang nama baik seseorang tanpa bukti.

Dalam pernyataannya, Walikota menyatakan bahwa kebebasan berpendapat tidak memberi hak untuk membangun narasi sepihak terkait pejabat publik maupun aktivitas yang belum terbukti. Ia menegaskan prinsip asas praduga tak bersalah, yang berlaku bagi semua warga negara, termasuk pejabat publik.

“‘Tangkap dan penjarakan’ hanya tepat ditujukan kepada mereka yang telah terbukti bersalah melalui keputusan hukum yang berkekuatan tetap, bukan berdasarkan dugaan atau opini di media sosial,” ujar Walikota.

Ia juga meluruskan istilah yang kerap disalahpahami, yakni gratifikasi dan retribusi. Menurut Walikota, gratifikasi adalah pemberian uang atau barang kepada penyelenggara negara karena jabatannya, sedangkan retribusi adalah pembayaran atas jasa atau izin kepada pemerintah sebagai lembaga, bukan individu.

Walikota menekankan bahwa tudingan yang tidak berbasis fakta bisa menjadi upaya pembunuhan karakter, bukan sekadar kritik.

Ia mencontohkan kasus yang dikaitkan dengan seorang warga, Mujahidin Buano, yang disebut menerima sesuatu dari pengelola tambang.

Hal itu baru relevan sebagai gratifikasi jika diterima oleh penyelenggara negara.

Baca Juga :  Langkah Bersama: Lewerissa Ajak Bupati & Walikota Satukan Visi Pembangunan Maluku

“Sebagai masyarakat Ambon, mari kita menghargai hak setiap orang, termasuk hak saya sebagai pejabat publik, untuk tidak diserang atau dinarasikan secara sepihak.”

“Kritik yang konstruktif selalu diterima, tetapi tuduhan yang belum terbukti harus dihindari. Beta Par Ambon, Ambon Par Samua,” kata Walikota.

Pernyataan ini muncul setelah tudingan aktivitas ilegal tersebar luas di Facebook dan grup WhatsApp lokal, menimbulkan perhatian publik dan menuntut klarifikasi dari pemerintah kota.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses
ICMI Maluku Gelar Maluku Business Forum 2026, Jusuf Kalla Tiba di Ambon Disambut Pangdam Pattimura dan Wagub
Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN
PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 08:21 WIT

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 November 2026 - 05:23 WIT

Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Senin, 2 November 2026 - 02:20 WIT

Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla

Minggu, 1 November 2026 - 14:29 WIT

Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT