Hingga 20 Mei, BMKG Ambon Peringatkan Potensi Banjir Rob di Sejumlah Wilayah Pesisir Maluku

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 10 Mei 2025 - 09:02 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku— Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Maritim Ambon mengeluarkan peringatan dini terkait potensi terjadinya banjir pesisir (ROB) di beberapa wilayah pesisir Maluku.

Peringatan ini dikeluarkan menyusul adanya fenomena Bulan Purnama yang diprediksi terjadi pada 12 Mei 2025, yang berpotensi memicu peningkatan tinggi muka air laut hingga ke level maksimum.

Dalam siaran pers resmi yang dirilis pada 8 Mei 2025, BMKG menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pemantauan kondisi pasang surut laut (water level) dan prakiraan pasang-surut, banjir rob diperkirakan akan melanda wilayah pesisir Maluku pada periode 9 hingga 20 Mei 2025.

Baca Juga :  KNPI Maluku dan DPRD Soroti Transparansi Dana Hibah dan Peran Strategis Pemuda

Adapun wilayah yang berpotensi terdampak meliputi:

  • Pesisir Pulau Ambon
  • Pesisir Maluku Tengah
  • Pesisir Seram Bagian Timur
  • Pesisir Maluku Tenggara
  • Pesisir Kepulauan Tanimbar
  • Pesisir Kepulauan Aru

“Potensi gelombang pasang dan banjir pesisir (rob) ini dapat berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir, seperti kegiatan bongkar muat di pelabuhan maupun aktivitas di permukiman pesisir,” demikian tertulis dalam keterangan resmi yang ditandatangani Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Ambon, Mujahidin.

Baca Juga :  Kinerja Puluhan OPD Dipertanyakan, Sapta Cita Lawamena Disebut Jangan Dibebankan ke Gubernur Semata

BMKG juga menekankan bahwa waktu terjadinya banjir rob akan bervariasi di setiap wilayah, baik dari segi hari maupun jam.

Oleh karena itu, masyarakat pesisir diimbau untuk selalu waspada, tidak panik, dan memperhatikan informasi terbaru dari BMKG, khususnya terkait prakiraan pasang maksimum air laut.

Sebagai langkah antisipatif, masyarakat dan pihak-pihak terkait disarankan untuk terus mengikuti pembaruan informasi cuaca maritim.

Dengan adanya peringatan dini ini, diharapkan masyarakat dapat mengambil langkah-langkah pencegahan sejak dini untuk menghindari kerugian yang lebih besar.

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore
BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon
BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari
69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:56 WIT

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore

Rabu, 4 November 2026 - 06:55 WIT

BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon

Selasa, 3 November 2026 - 10:47 WIT

BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari

Selasa, 3 November 2026 - 05:51 WIT

69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Berita Terbaru