Ambon, Maluku– Provinsi Maluku bersiap menjadi sorotan nasional. Berdasarkan hasil Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka Tahun 2023 di Aceh, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) ditetapkan sebagai tuan rumah Kemah Bela Negara Tingkat Nasional Tahun 2025 yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2025.
Menyikapi penunjukan strategis tersebut, Pemerintah Provinsi Maluku menyatakan dukungan penuh atas pelaksanaan kegiatan berskala nasional ini.
Namun, seiring diterbitkannya Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi belanja dalam pelaksanaan APBN dan APBD, pemerintah daerah menilai perlu adanya perencanaan yang lebih matang untuk menjamin kesuksesan acara.
“Pemerintah Provinsi Maluku menyambut baik penetapan ini. Namun, dengan adanya kebijakan efisiensi anggaran, maka diperlukan persiapan yang lebih terstruktur dan menyeluruh,” ujar Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Sadali Ie, dalam wawancara di kediamannya, Jumat (30/5/2025) kemarin.
Sadali menegaskan bahwa dukungan anggaran, infrastruktur, transportasi, dan sarana pendukung lainnya perlu dikonsolidasikan dengan optimal agar Maluku bisa tampil sebagai tuan rumah yang layak dan membanggakan di mata nasional.
“Ini bukan sekadar acara pramuka. Ini adalah momentum strategis untuk menampilkan Maluku sebagai serambi terdepan NKRI—sebuah wilayah perbatasan yang penuh potensi dan bernilai geopolitik,” tambahnya.
Mengingat pentingnya kesempurnaan pelaksanaan, Gubernur Maluku melalui surat resmi Nomor 400.5/7.16 tanggal 21 April 2025 telah mengajukan penjadwalan ulang pelaksanaan Kemah Bela Negara.
Kwarnas Gerakan Pramuka merespons secara positif dengan menerbitkan Surat Persetujuan Nomor 0121-00-K tanggal 9 Mei 2025.
“Keputusan ini semata-mata untuk menjaga marwah, kehormatan, dan kesiapan kita sebagai tuan rumah. Kita ingin tampil maksimal, bukan sekadar melaksanakan,” tegas Sadali.
Ia juga menjelaskan bahwa Pemprov Maluku tengah membangun koordinasi intensif dengan Pemerintah Kabupaten MBD, Kwarda Maluku, Kwarnas, serta berbagai pemangku kepentingan guna merancang pelaksanaan yang bukan hanya bersifat seremoni.
“Kemah Bela Negara ini harus menjadi etalase potensi daerah—dari kekayaan alam, budaya, pariwisata, hingga produk UMKM dan kuliner lokal. Ini peluang besar untuk memperkuat citra Maluku di kancah nasional,” ujar Sekda.
Sadali berharap kegiatan ini akan memberikan multiplier effect yang nyata, khususnya bagi masyarakat MBD, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sebagai bagian dari visi besar Transformasi Maluku Menuju Provinsi Maju, Adil, dan Sejahtera menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Semua ini untuk kemajuan Maluku. Par Maluku Pung Bae!” pungkasnya.***














Komentar