Ambon, Maluku — Ketua MKGR Maluku Tengah, Rusbani Silawane, menanggapi tegas isu musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) Partai Golkar yang belakangan mencuat di publik. Menurutnya, isu tersebut adalah narasi murahan yang sengaja dihembuskan oleh pihak-pihak tertentu untuk merusak soliditas internal partai.
“Munaslub itu hanya isu murahan, tidak berdasar, dan muncul dari orang-orang yang tidak ingin melihat Partai Golkar semakin kuat dan besar,” ujar Rusbani, Sabtu (2/8/2025).
Ia menegaskan bahwa Partai Golkar saat ini dalam kondisi solid, dari tingkat pusat hingga ke daerah. Berbagai langkah konsolidasi terus dilakukan secara intensif demi memperkuat barisan dan memastikan arah perjuangan partai tetap konsisten.
“Kami di daerah, khususnya di Maluku Tengah, tetap teguh mendukung Bahlil Lahadalia sebagai Ketua Umum Partai Golkar. Tidak ada alasan untuk menggantikan beliau,” tegasnya.
Menurut Rusbani, Bahlil bukan hanya memiliki kapasitas sebagai organisatoris ulung, tetapi juga telah menunjukkan kredibilitas di pemerintahan. Sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam Kabinet Presiden Prabowo Subianto, Bahlil dianggap sebagai representasi kader Golkar yang sukses di tingkat nasional.
“Bahlil adalah sosok pemimpin muda yang visioner. Dia membawa semangat perubahan dan energi positif untuk Partai Golkar. Justru ini yang perlu kita jaga bersama, bukan malah diusik dengan isu yang tidak bertanggung jawab,” jelasnya.
Lebih jauh, Rusbani mengingatkan seluruh kader agar tidak mudah terprovokasi oleh wacana-wacana yang dapat memecah belah kekompakan partai. Ia menilai, isu Munaslub hanya datang dari segelintir pihak yang haus kekuasaan namun tidak memiliki kualitas untuk memimpin.
“Ini hanya manuver dari orang-orang yang tidak punya kapabilitas. Mereka ingin berkuasa tapi tanpa landasan prestasi dan loyalitas terhadap partai,” katanya.
Sebagai Ketua MKGR di daerah, Rusbani menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat konsolidasi internal dan mendukung penuh kepemimpinan Bahlil Lahadalia dalam membesarkan Partai Golkar ke depan.
“Golkar butuh persatuan, bukan perpecahan. Saatnya kita fokus membesarkan partai, bukan memperkeruh suasana dengan isu-isu yang tidak sehat,” tutupnya.***







































































Discussion about this post