Kapolres Tual Diminta Terbuka: Kematian Ahmad Sofyanto Penuh Kejanggalan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 11 Juni 2025 - 15:27 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku – Sudah sembilan hari berlalu sejak Ahmad Sofyanto (44 tahun) ditemukan tewas di jalan sunyi dekat Un Pantai Otto Air, Kota Tual. Namun tak ada kejelasan yang muncul, melainkan sederet kejanggalan yang justru makin menebalkan kecurigaan keluarga.

Tak ada luka khas kecelakaan. Tak ada motor rusak. Tak ada olah tempat kejadian perkara. Namun pihak kepolisian dengan cepat menyimpulkan bahwa ini adalah kecelakaan tunggal — hanya berdasarkan pernyataan lisan, tanpa berita acara, tanpa tim identifikasi, dan tanpa prosedur standar lantas.

Keluarga korban menolak terima. Mereka menyebut penanganan polisi terburu-buru, prematur, bahkan terkesan menghindari penyelidikan.

Yang paling mencolok, datang dari keterangan polisi pertama di lapangan, Bripka Stenly Solarbisoin.

Ia menyampaikan dua versi berbeda soal siapa yang pertama kali menemukan korban. Versi pertama menyebut informasi datang dari warga sipil.

Tapi dalam pernyataan kedua, Stenly menyebut tiga anggota Polsek Tual yang sedang patroli lebih dulu melihat jenazah lalu menghubunginya.

Dua pernyataan bertolak belakang itu disampaikan hanya dalam jeda beberapa jam—pertama saat subuh, kedua di pagi hari.

Baca Juga :  Donald Trump Is Sworn In as President, Capping His Swift Ascent

Namun hingga kini, tak ada klarifikasi dari pihak kepolisian mengenai perbedaan kronologi tersebut. Tak jelas siapa sebenarnya saksi pertama di lokasi kejadian.

Tak berhenti di situ. Yang lebih membuat keluarga geram adalah pernyataan Stenly yang langsung menganggap kejadian ini sebagai kecelakaan tunggal—tanpa olah TKP, tanpa laporan formil, dan tanpa investigasi tempat kejadian.

“Dia cuma bilang itu laka tunggal. Lisan saja. Tidak ada garis polisi, tidak ada BAP, tidak ada investigasi di lokasi,” ujar Amin kepada media tajukmaluku.com “Apa penilaian sepihak seperti ini bisa mengalahkan bukti-bukti fisik yang janggal?” Tanya, Amin.

Motor Mulus, Wajah Lebam

Dugaan keluarga bukan tanpa dasar. Saat melihat jenazah Ahmad, mereka langsung curiga. Tak ada luka lecet, tak ada darah, tak ada tanda-tanda benturan keras yang lazim ditemukan pada korban kecelakaan motor.

Sebaliknya, yang tampak jelas adalah memar besar di bawah mata kiri dan tulang pipi yang tidak semetris, ada luka dibelakang leher, dan memar di tubuh bagian belakang seolah akibat hantaman benda tumpul.

Baca Juga :  Pemkot Tual Kembali Raih Predikat WTP, Wali Kota Akhmad Yani Terima Penghargaan Kedua Kalinya dari BPK RI

“Kalau orang jatuh dari motor, pasti luka di tangan, lutut, atau bahu. Ini tidak. Motornya juga tidak rusak. Terlalu rapi untuk disebut kecelakaan,” kata Amin selaku pihak keluarga.

Pernyataan Polisi Tak Sinkron

Usai pemakaman, pihak keluarga bersama pendamping hukum sempat menemui Kanit Lantas Polres Tual.

Menurut pengakuan keluarga, Kanit menyampaikan bahwa pihaknya akan memulai proses awal penanganan kasus ini. Pernyataan tersebut sempat menumbuhkan harapan bahwa polisi akan terbuka menyelidiki ulang kematian Ahmad.

Namun kejanggalan justru kembali muncul. Pada Rabu, 11 Juni 2025, keluarga dan pendamping hukum kembali bertemu dengan Bripka Stenly. Dalam pertemuan itu, Stenly justru bertanya ulang kepada mereka:

“Apakah kasus ini mau dilaporkan kembali?”
Pertanyaan itu membuat keluarga bingung. Pasalnya, sebelumnya pernyataan Kanit menyatakan proses awal akan dimulai. Ini menambah kebingungan keluarga: apakah unit di internal kepolisian tidak saling berkoordinasi, ataukah memang ada upaya untuk menggiring keluarga agar menyerah pada narasi “laka murni”?

Keluarga kini meminta agar dilakukan investigasi menyeluruh, pemanggilan semua personel yang pertama berada di lokasi, dan peninjauan ulang terhadap prosedur kepolisian dalam menangani kematian tak wajar.

“Yang kami heran, kenapa bisa secepat itu dibilang laka tunggal? Polisi seolah ingin kasus ini segera ditutup,” ungkap Amin. ***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemuda ICMI Kota Tual Sambangi Kapolres Malra, Perkuat Sinergi Pembinaan Generasi Muda
Pensiunan di Tual dan Maluku Tenggara Keluhkan Gaji Belum Cair, BTN Didesak Segera Beri Penjelasan
Family Visit BKP-BTR Dekatkan Keluarga dengan Dunia Tambang, Perkuat Budaya Keselamatan
Pemuda ICMI Kota Tual Dukung Pra Muktamar ICMI VIII 2026, Apresiasi Tema Konektivitas dan Ketahanan Pangan
Bentrok Antarwarga di Aru, Panah dan Senjata Angin Digunakan
Pererat Sinergi, PT BKP-BTR Jalin Silaturahmi dengan Koramil Ilwaki 
Di Balik Pernyataan Ketua AMGPM: Peran Ganda dan Dugaan Upaya Provokasi Jelang Proyek Blok Masela
Wabup Tanimbar, Pemuda Katolik Jangan Jadi Penonton, Tampillah sebagai Pelaku Perubahan!

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 04:15 WIT

Pemuda ICMI Kota Tual Sambangi Kapolres Malra, Perkuat Sinergi Pembinaan Generasi Muda

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:51 WIT

Pensiunan di Tual dan Maluku Tenggara Keluhkan Gaji Belum Cair, BTN Didesak Segera Beri Penjelasan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 10:32 WIT

Family Visit BKP-BTR Dekatkan Keluarga dengan Dunia Tambang, Perkuat Budaya Keselamatan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 01:47 WIT

Pemuda ICMI Kota Tual Dukung Pra Muktamar ICMI VIII 2026, Apresiasi Tema Konektivitas dan Ketahanan Pangan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 07:17 WIT

Bentrok Antarwarga di Aru, Panah dan Senjata Angin Digunakan

Berita Terbaru

Trend Maluku

Bupati SBT Teken MoU Investasi Sagu di Forum Bisnis Sagu

Kamis, 5 Nov 2026 - 04:58 WIT

Trend Maluku

Tuntas Pembangunan Jembatan, Masyarakat Minta Pangdam Resmikan

Kamis, 5 Nov 2026 - 02:48 WIT