Optimalisasi Lahan Tidur, Lapas Namlea Kembangkan Kebun Produktif

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 3 Juli 2025 - 10:45 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Namlea, Maluku— Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea terus memperkuat perannya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui optimalisasi sumber daya yang dimiliki.

Salah satu langkah konkret terbaru adalah pembukaan lahan pertanian baru seluas 1.500 meter persegi di area luar tembok Lapas, yang mulai dibersihkan oleh warga binaan pada Kamis (3/7).

Lahan tersebut sebelumnya merupakan area tidur yang tidak dimanfaatkan selama beberapa waktu dan dipenuhi dengan gulma serta rerumputan liar.

Melalui keterlibatan aktif warga binaan, kini lahan tersebut tengah dipersiapkan menjadi lahan produktif untuk budidaya tanaman pangan.

“Lahan ini sudah lama tidak difungsikan, sehingga perlu kami bersihkan terlebih dahulu. Kami libatkan warga binaan sebagai bagian dari pembinaan kemandirian mereka. Proses pembersihan ini sudah berjalan selama tiga hari, dan ditargetkan selesai dalam waktu dekat agar segera bisa ditanami,” jelas Mustapa La Abidin, Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Namlea.

Rencananya, lahan baru ini akan digunakan untuk menanam berbagai komoditas hortikultura, seperti semangka, cabai, buncis, dan jagung.

Seluruh proses penanaman dan perawatan akan dilakukan oleh kelompok tani warga binaan yang telah dibentuk sebagai bagian dari program pembinaan keterampilan.

Baca Juga :  Proses Belajar di SMA se-Kota Ambon pada 1 Sept Bakal Digelar Daring Menyusul Aksi Demonstrasi

Kepala Lapas Namlea, Muh. M. Marasabessy, menegaskan bahwa perluasan lahan pertanian ini merupakan upaya strategis dalam memanfaatkan potensi lahan tidak terpakai di lingkungan Lapas.

“Kami ingin menjadikan setiap jengkal lahan sebagai aset produktif. Ini sejalan dengan arahan Bapak Menteri Hukum dan HAM melalui program pembinaan berbasis ketahanan pangan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah positif bagi warga binaan yang sedang menjalani program asimilasi,” ujar Marasabessy.

Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan ketersediaan pangan, tetapi juga memberikan bekal keterampilan bercocok tanam bagi warga binaan, sehingga mereka memiliki kemampuan produktif saat kembali ke masyarakat.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore
BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon
BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari
69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:56 WIT

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore

Rabu, 4 November 2026 - 06:55 WIT

BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon

Selasa, 3 November 2026 - 10:47 WIT

BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari

Selasa, 3 November 2026 - 05:51 WIT

69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Berita Terbaru