Ambon, Maluku— Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Provinsi Maluku, sebuah ajang literasi kreatif digelar dengan tajuk “Lomba Menulis Surat Cinta untuk Gubernur Maluku.” Kompetisi ini menyasar pelajar tingkat SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah (MA) sederajat se-Maluku, sebagai ruang ekspresi penuh cinta, kritik, perhatian, serta harapan kepada Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, SH., LLM.
Lomba ini digagas sebagai bagian dari upaya mendorong budaya literasi yang sehat, memperkuat kedekatan antara pemimpin dan generasi muda, serta membentuk karakter pelajar yang berpikir kritis namun tetap santun. Tidak hanya menjadi ajang apresiasi ide dan suara pelajar, lomba ini juga akan menghadirkan total hadiah sebesar Rp10 juta, dengan 80 surat terbaik akan dibukukan sebagai warisan literasi daerah.
Penilaian Profesional dan Objektif
Demi menjaga mutu dan kredibilitas kompetisi, panitia menunjuk tiga dewan juri dari berbagai latar belakang keilmuan dan profesi. Mereka adalah:
- Dr. Mariana Lewier, S.S., M.Hum – Ahli Bahasa dari Universitas Pattimura yang akan mengkaji struktur bahasa dan kekuatan naratif surat.
- Archristhea Amahoru, S.Psi., M.Psi – Psikolog sekaligus dosen UIN A.M. Sangadji yang akan menilai aspek emosional, empati, dan pendekatan psikologis.
- Embong Salampessy, S.Pi – Seorang jurnalis dan penulis yang dikenal aktif dalam dunia literasi dan akan menilai aspek keaslian, kedalaman pesan, serta kekuatan tulisan.
Kriteria dan Ketentuan Lomba
Surat cinta yang dikirim harus mengandung unsur kritik, perhatian, dan saran yang membangun, tanpa menyerang pribadi, tanpa hoaks, dan bebas dari unsur diskriminatif SARA.
Surat wajib ditulis tangan di atas kertas surat resmi dan menggunakan perangko pos, sebagai bentuk penghargaan terhadap budaya surat-menyurat yang mulai ditinggalkan.
Peserta wajib melampirkan kartu pelajar dan memastikan bahwa naskah adalah karya orisinal yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya.
Teknis Pengiriman
Peserta dari Kota Ambon dapat mengumpulkan naskah langsung ke Kantor PKK Provinsi Maluku, Jalan Tulukabessy, Kelurahan Rijali, Kecamatan Sirimau. Sementara peserta dari luar kota dapat mengirimkan surat secara digital melalui email atau melalui jasa pengiriman ke alamat yang sama.
Batas akhir pengiriman surat adalah 7 Agustus 2025. Pengumuman pemenang dijadwalkan pada 17 Agustus 2025.
Ajang Literasi Bernilai Sejarah
Lomba ini tak sekadar mencari pemenang, namun ingin menciptakan ruang dialog terbuka antara generasi muda dan pemimpin daerah. Sebanyak 80 surat terbaik akan dibukukan, sebagai bentuk penghargaan atas keberanian dan kejernihan pikiran anak-anak muda Maluku.
“Lewat surat, kita membentuk karakter. Di situ ada ketulusan, logika, dan keberanian untuk menyampaikan isi hati dengan santun,” ungkap salah satu panitia lomba.
Dukungan dan Sponsor
Kegiatan ini disponsori oleh sejumlah lembaga dan komunitas seperti ASDP Indonesia Ferry, POS Indonesia, Percaya Kopi, Blue Ocean Ambon, serta komunitas literasi Mutiara Maluku. Semua pihak bersinergi dalam mendukung terciptanya ekosistem literasi yang berkelanjutan di bumi raja-raja ini.
Informasi & Pendaftaran:
Pendaftaran lomba dilakukan secara online melalui:
🔗 https://forms.gle/VDGqeJjCnaUEMXZU8
📞 Informasi lebih lanjut: 082198954158 (Sukma)














Komentar