Desak Sanksi Tegas hingga Pemecatan, Pemuda Muhammadiyah Maluku Kecam Tindakan Represif Oknum Polisi

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 21 Desember 2024 - 08:31 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku– Tindakan represif yang dilakukan oleh oknum polisi dari Kepolisian Sektor Pelabuhan Yos Sudarso (KPYS) Ambon terhadap Rizal Serang, seorang aktivis Pemuda Ansor di kota Ambon, pada Jumat (20/12/2024), memicu gelombang kemaman.

Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Maluku dengan tegas menyatakan bahwa insiden ini mencoreng wajah institusi Kepolisian dan menuntut sanksi tegas berupa pemecatan terhadap pelaku.

PWPM Maluku melalui Farham Suneth, dalam pernyataannya menyampaikan, tindakan tersebut tidak hanya berpotensi melukai korban tetapi juga merusak kepercayaan publik terhadap Kepolisian.

“Tindakan represif ini tidak dapat ditoleransi. Sebagai aparat penegak hukum, polisi seharusnya menjadi pelindung masyarakat, bukan justru bertindak di luar batas kewenangan yang merugikan rakyat,” tegas Farham.

Farham juga menyoroti pentingnya komitmen Kapolda Maluku bahkan Kapolri dalam menjaga integritas institusi Polri.

Menurutnya, insiden ini bertolak belakang dengan visi reformasi Polri yang berorientasi pada profesionalitas dan pelayanan masyarakat.

“Kami mendesak Kapolda Maluku untuk memberikan perhatian serius terhadap kasus ini, serta mengambil langkah konkret berupa pemecatan terhadap oknum polisi yang terlibat. Hal ini penting untuk menjaga wibawa Polri di mata masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  Layanan 112, Kado HUT Kota Ambon yang Diapresiasi HIPMI

PWPM Maluku menilai bahwa sanksi administratif saja tidak cukup untuk memberikan efek jera dan memulihkan kepercayaan publik. Pemecatan terhadap pelaku merupakan langkah paling tegas yang dapat menunjukkan komitmen Polri dalam menegakkan integritas dan profesionalitas.

Selain itu, PWPM Maluku juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut mengawal kasus ini agar tidak terjadi upaya pembiaran atau penundaan proses hukum.

“Kita harus memastikan bahwa hukum ditegakkan secara adil. Insiden ini bukan hanya tentang pelanggaran terhadap seorang individu, tetapi juga pelanggaran terhadap nilai-nilai keadilan serta moral yang seharusnya dijunjung tinggi oleh penegak hukum,” kata Farham.

Desakan Tegas dari Publik

Kasus ini memicu reaksi keras dari berbagai kalangan, termasuk organisasi masyarakat dan aktivis HAM. Mereka menyatakan bahwa tindakan represif seperti ini semakin memperpanjang daftar pelanggaran oknum aparat terhadap warga sipil. Banyak pihak menilai, jika kasus ini tidak diselesaikan secara tegas, hal tersebut akan memberikan citra negatif terhadap upaya reformasi Polri yang selama ini dikampanyekan.

Baca Juga :  Napi Lapas Piru Terima Remisi 79 Tahun Kemerdekaan, Kalapas: Usulan 80 Orang

PWPM Maluku mengingatkan bahwa Kapolri telah berulang kali menegaskan pentingnya menjaga integritas Polri di tengah masyarakat.

“Sanksi tegas hingga pemecatan akan menjadi pesan kuat bahwa tidak ada ruang bagi pelanggaran integritas dalam tubuh Polri,” ujar Farham menutup pernyataannya.

Hingga saat ini, pihak Kepolisian Daerah Maluku belum memberikan tanggapan resmi terkait desakan pemecatan tersebut. Namun, publik menantikan langkah tegas dari Kapolda Maluku untuk menindak pelaku sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

Kronologis Singkat

Berdasarkan kronologi Kejadian, peristiwa bermula saat Rizal Serang (Korban), yang juga merupakan staf ahli Fraksi Golkar DPRD Provinsi Maluku, hendak menjemput istri Ketua Fraksi Golkar di pelabuhan Yosudarso Ambon.

Dalam perjalanannya, Mantan ketua Rayon PMII Syariah IAIN Ambon itu memprotes tindakan diskriminatif seorang anggota polisi yang memperbolehkan kendaraan lain masuk pelabuhan, sementara kendaraan yang dikendarai korban dialihkan.

Protes Rizal terhadap ketidakadilan tersebut dengan menyebut, “Jangan nepotisme, jangan pilih kasih,” justru tidak diterima oleh salah satu oknum kepolisian KPYS Ambon.

Oknum polisi tersebut dilaporkan menggebrak mobil Rizal, kemudian mendekat dan membanting Rizal hingga tak sadarkan diri.

Bukan hanya hanya itu, Rizal diborgol selama dua jam tanpa dasar hukum yang jelas, seolah-olah ia pelaku kriminal berat. Hal itu terjadi di khalayak ramai dan menjadi tontonan masyarakat.**

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses
ICMI Maluku Gelar Maluku Business Forum 2026, Jusuf Kalla Tiba di Ambon Disambut Pangdam Pattimura dan Wagub
Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN
PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 08:21 WIT

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 November 2026 - 05:23 WIT

Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Senin, 2 November 2026 - 02:20 WIT

Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla

Minggu, 1 November 2026 - 14:29 WIT

Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT