RS Diingatkan Fokus ke Persoalan Dapil, Jangan Sibuk Urus Isu Munaslub

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 6 Agustus 2025 - 02:22 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Masohi, Maluku– Pernyataan Ketua MKGR Maluku Tengah, Rusbani Silawane, yang menanggapi isu Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar menuai sorotan. Sejumlah pihak menilai Rusbani terlalu sibuk mengurus isu-isu politik internal partai, sementara persoalan dasar di daerah pemilihannya (Dapil) justru terabaikan.

“Rilis pers-nya di media memang ramai, tapi di ruang sidang DPRD, suara beliau nyaris tak terdengar untuk kepentingan masyarakat,” Ungkap H. Tehuayo Rabu 6 Agustus 2025.

Kritik ini muncul lantaran publik menilai RS lebih aktif merespons dinamika politik nasional Partai Golkar ketimbang menyuarakan aspirasi rakyat yang telah memilihnya.

Baca Juga :  Gubernur Maluku : PAD Tumbuh Optimal, Ruang Fiskal Tercukupi Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Berbagai persoalan krusial di Dapil-nya, seperti infrastruktur rusak, persoalan Pendidikan, Kesehatan dan keterbatasan layanan publik, dinilai belum mendapatkan perhatian yang memadai.

“Kader Golkar seharusnya memperjuangkan kebutuhan dasar masyarakat, bukan terjebak pada isu elite seperti Munaslub. Masyarakat butuh aksi nyata, bukan hanya pernyataan di media,” lanjutnya.

Baca Juga :  100 Hari Kerja, Bodewin Tegaskan Pemkot Ambon Bergerak untuk Lima Tahun Kepemimpinan

Tehuayo juga menyoroti minimnya peran legislatif RS dalam berbagai forum resmi DPRD. Ia dinilai tidak vokal dalam memperjuangkan kepentingan konstituen, terutama di wilayah-wilayah tertinggal.

“Jika benar peduli dengan masa depan Golkar, maka buktikan lewat kerja nyata di daerah. Soliditas partai tak akan berarti jika kadernya abai terhadap realitas rakyat,” cetusnya.

Mereka berharap agar RS tidak kehilangan fokus terhadap tugas utama sebagai wakil rakyat. Dalam konteks demokrasi, loyalitas terhadap partai tidak boleh mengalahkan tanggung jawab terhadap masyarakat.

“Rakyat butuh pembelaan di ruang sidang, bukan pencitraan di ruang publik,” pungkasnya.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore
BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon
BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari
69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:56 WIT

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore

Rabu, 4 November 2026 - 06:55 WIT

BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon

Selasa, 3 November 2026 - 10:47 WIT

BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari

Selasa, 3 November 2026 - 05:51 WIT

69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Berita Terbaru