Masohi, Maluku– Pernyataan Ketua MKGR Maluku Tengah, Rusbani Silawane, yang menanggapi isu Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar menuai sorotan. Sejumlah pihak menilai Rusbani terlalu sibuk mengurus isu-isu politik internal partai, sementara persoalan dasar di daerah pemilihannya (Dapil) justru terabaikan.
“Rilis pers-nya di media memang ramai, tapi di ruang sidang DPRD, suara beliau nyaris tak terdengar untuk kepentingan masyarakat,” Ungkap H. Tehuayo Rabu 6 Agustus 2025.
Kritik ini muncul lantaran publik menilai RS lebih aktif merespons dinamika politik nasional Partai Golkar ketimbang menyuarakan aspirasi rakyat yang telah memilihnya.
Berbagai persoalan krusial di Dapil-nya, seperti infrastruktur rusak, persoalan Pendidikan, Kesehatan dan keterbatasan layanan publik, dinilai belum mendapatkan perhatian yang memadai.
“Kader Golkar seharusnya memperjuangkan kebutuhan dasar masyarakat, bukan terjebak pada isu elite seperti Munaslub. Masyarakat butuh aksi nyata, bukan hanya pernyataan di media,” lanjutnya.
Tehuayo juga menyoroti minimnya peran legislatif RS dalam berbagai forum resmi DPRD. Ia dinilai tidak vokal dalam memperjuangkan kepentingan konstituen, terutama di wilayah-wilayah tertinggal.
“Jika benar peduli dengan masa depan Golkar, maka buktikan lewat kerja nyata di daerah. Soliditas partai tak akan berarti jika kadernya abai terhadap realitas rakyat,” cetusnya.
Mereka berharap agar RS tidak kehilangan fokus terhadap tugas utama sebagai wakil rakyat. Dalam konteks demokrasi, loyalitas terhadap partai tidak boleh mengalahkan tanggung jawab terhadap masyarakat.
“Rakyat butuh pembelaan di ruang sidang, bukan pencitraan di ruang publik,” pungkasnya.***





































































Discussion about this post