Kunjungan Wapres ke Maluku Jadi Momentum Evaluasi Aset Negara, KAT Desak Pemprov Bersikap Tegas

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 13 Oktober 2025 - 06:06 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku– Menjelang kedatangan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, ke Maluku, Koalisi Ambon Transparan (KAT) menyerukan agar momentum tersebut dijadikan ajang evaluasi serius terhadap pengelolaan aset negara yang dinilai terbengkalai dan tidak mendapat perhatian layak dari Pemerintah Provinsi Maluku.

Desakan itu disampaikan oleh Koordinator Umum  KAT Taufik Rahman Saleh yang menilai bahwa kunjungan orang nomor dua di Indonesia itu harus menjadi titik balik dalam memperbaiki tata kelola aset publik di Maluku, khususnya di Kota Ambon.

“Saya rasa dengan momentum kunjungan RI 02 ini menjadi catatan penting. Pemerintah daerah Maluku harus lebih progres mengamankan aset negara. Salah satunya di kawasan Jalan Jenderal Sudirman. Jangan main-main, karena efeknya langsung dirasakan masyarakat jika tidak ada sikap tegas pemerintah,” tegas Taufik, Senin (13/10).

Menurutnya, kehadiran Wapres Gibran tak hanya penting untuk memperkuat koordinasi proyek strategis nasional seperti Maluku Integrated Port (MIP) dan lainya, tetapi juga harus diikuti dengan perhatian serius terhadap aset publik yang kini banyak dipertanyakan legalitasnya.

Pernyataan ini muncul di tengah memanasnya polemik status aset negara di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, Kota Ambon, yang dalam dua pekan terakhir menjadi sorotan publik.

Sejumlah organisasi kepemudaan dan aliansi masyarakat menggelar aksi demonstrasi menuntut kejelasan status lahan di kawasan tersebut.

Baca Juga :  Berhitu Kembali Raih Emas di Malaysia, Atlet Asal Maluku Harumkan Ambon - Indonesia pada SAMOC 2026

Salah satu titik yang menuai polemik berada di area taman kota yang memuat ukiran wajah para pahlawan Maluku, di mana sebuah patok batas lahan pribadi berdiri mencolok di dalam area publik. Patok itu diduga ditanam oleh pihak yang mengklaim sebagai pemilik sah lahan, yang disebut-sebut merupakan pemilik salah satu toko ritel besar di Maluku.

Penanaman patok tersebut, yang melibatkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Ambon pada akhir 2024, menimbulkan tanda tanya besar karena berada kurang dari setengah meter dari trotoar, yang seharusnya masuk kawasan daerah milik jalan (Damija) dan berstatus sebagai aset pemerintah daerah.

Tak berhenti di situ, pihak yang mengklaim kepemilikan lahan disebut telah mengirimkan surat somasi dan meminta sejumlah pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) meninggalkan lokasi, padahal mereka memiliki izin pemanfaatan dari Pemerintah Provinsi Maluku.

Koalisi Ambon Transparan menilai, kasus ini merupakan puncak gunung es dari dugaan praktik pengalihan aset negara yang dilakukan tanpa transparansi.

“Kami menduga ada indikasi praktik jual beli lahan pemerintah yang dilakukan secara tidak terbuka. Kawasan publik disulap jadi klaim pribadi. Ini harus diselidiki tuntas,” tegas Taufik.

Baca Juga :  Lima Kandidat Ambil Formulir Caketum BPP HIPMI Jelang Munas XVIII

Ia juga menambahkan, pola serupa diduga terjadi di beberapa titik lain di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, termasuk di kawasan yang dikenal dengan nama lahan Kolonel Piters, yang sebelumnya juga memicu konflik dan penggusuran warga.

“Kasus di titik Pahlawan Maluku ini bisa menjadi pintu masuk untuk mengungkap praktik serupa di lokasi lain. Pemerintah dan aparat hukum tidak boleh diam,” ujarnya.

Koalisi Ambon Transparan pun mendesak Pemerintah Provinsi Maluku, terutama Bidang Aset dan Hukum, untuk segera mengambil langkah hukum yang jelas terkait status kawasan tersebut. Selain itu, mereka meminta kepolisian dan kejaksaan segera turun tangan mengusut dugaan penyalahgunaan wewenang dan jual beli aset negara secara ilegal.

“Kami menunggu keberanian pemerintah dan aparat penegak hukum untuk bertindak. Jangan tunggu lebih banyak warga menjadi korban dari permainan lahan yang tidak transparan ini,” tutup Taufik.

Sebelumnya, Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur G. Watubun, juga menyoroti serius permasalahan aset negara di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman. Ia berjanji akan mendorong Komisi I DPRD Maluku untuk menindaklanjuti dan mengawasi penggunaan aset pemerintah di wilayah tersebut.

Sementara itu, berdasarkan agenda resmi, Wapres Gibran Rakabuming Raka dijadwalkan tiba di Ambon pada Selasa (14/10/2025) dalam kunjungan kerja selama dua hari. Gibran akan meninjau sejumlah proyek strategis nasional, termasuk Bendungan Way Apu di Kabupaten Buru, PLTMG 30 MW Ambon Peaker di Waai, serta Pasar Mardika Ambon.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sudah Cukup Dijanjikan, Pemuda Lermatan siap Palang Lahan 662, Tuntut Kepastian Pembayaran
Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN
Plt Ketua DPW PPP Maluku Dukung Pemberhentian Waketum dan Sekjen DPP
KTC Gaungkan Aksi Nyata Peringatan Sumpah Pemuda Lewat Kusambi Tanempar Cup 2026
Momentum Sumpah Pemuda, Subhan Pattimahu Dorong Prabowo Bentuk Kementerian Peranan Pemuda
KNPI Maluku Ajak Publik Bijak Memilah Kewenangan Pemerintahan
Rektor UIN Ambon Prof Abidin Raih PIKI Awards 2026, Diakui atas Perjuangan Toleransi dan Perdamaian
Cermati Capaian Bang Ozan, Tuhepaly Soroti Perubahan Pendidikan dan Arah Baru Ekonomi Malteng

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 05:18 WIT

Sudah Cukup Dijanjikan, Pemuda Lermatan siap Palang Lahan 662, Tuntut Kepastian Pembayaran

Minggu, 1 November 2026 - 02:24 WIT

Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN

Jumat, 30 Oktober 2026 - 04:26 WIT

Plt Ketua DPW PPP Maluku Dukung Pemberhentian Waketum dan Sekjen DPP

Kamis, 29 Oktober 2026 - 00:15 WIT

KTC Gaungkan Aksi Nyata Peringatan Sumpah Pemuda Lewat Kusambi Tanempar Cup 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:30 WIT

Momentum Sumpah Pemuda, Subhan Pattimahu Dorong Prabowo Bentuk Kementerian Peranan Pemuda

Berita Terbaru