Melejit dari Hari ke Hari, Agus – Novan Potensi Ungguli Tiga Rivalnya

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 14 Oktober 2024 - 04:50 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku– Perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Daerah di Kota Ambon, mengalami peningkatan tensi dan suhu Politik.

Bahkan pasca penetapan nomor urut Pasangan Calon (Paslon), empat Kandidat yang ikut dalam kontestasi kemudian mulai secara maksimal menggerakan roda-roda team pemenangannya.

Baik yang berasal dari Partai Politik (Palpol) Pengusung, maupun juga para team relawan dan simpatisan, yang telah menyatakan diri berjuang Bersama masing-masing pasangan Calon Walikota perserta kontestasi Pilkada Kota Ambon 2024 ini.

Sejumlah Elemen public, tokoh masyarakat, lapisan pengamat, bahkan masyarakat awam, telah banyak mempercakapkan dan menganalisa kira-kira siapakah yang akan berpeluang untuk memenangkan Perhelatan Pilkada Kota Ambon ini.

Berbagai Lembaga survey, hingga Lembaga penelitian bahkan telah menerbitkan sejumlah data terkait electoral dan elektabilitas dari ke empat kandidat Calon Walikota Ambon tersebut.

Dalam hasil survey sejumlah Lembaga, terlihat bahwa Pasalon Bodewin – Elly masih mengungguli para pesaingnya yang bertarung di Pilkada Kota Ambon tersebut.

Menyikapi fenomena informasi dan juga data yang bersebaran baik di jagat maya maupun dalam ruang-ruang diskusi public Kota Ambon, Direktur Bedah Nusantara Research dan Consultan, Steve Palyama kepada sejumlah awak media menjelaskan.

“Kami secara kapasitas dan kapabilitas baik kelembagaan maupun secara pribadi, tentunya tidak bisa menyalahkan fenomena dan isyu bahkan data-data yang telah beredar di masyarakat, dan kemudian menjadi konsumsi public di Kota Ambon. Hal itu di sebabkan oleh karena situasi Politik di Kota Ambon ini, memang agak unik dan berbeda dengan kondisi politik yang terjadi pada sebelas Kabupaten Kota lainnya di Maluku,” ungkap Palyama.

Hal ini mengapa demikian, lanjutnya, sebab data-data yang di sampaikan ke public baik lewat hasil survey maupun kajian sejumlah pihak yang berkompeten, tentunya memiliki strategi dan instrument tersendiri dalam mendeteksi atau mengukur sejauh mana fenomena tersebut menghasilkan nilai, baik secara electoral, maupun elektabilitas dan tingkat keberpihakan masyarakat pada pasangan atau kandidat tertentu.

“Semua Lembaga survey dan Lembaga terkait lainya, tentu memiliki treatmen atau perlakuan tersendiri dalam mengukur peristiwa atau fenomena, yang terjadi di masyarakat berkaitan dengan kontestasi Pilkada Kota Ambon saat ini, dan apapun hasilnya itu sah-sah saja. Kami juga tidak berkewenangan menyatakan bahwa itu hasilnya salah atau tidak, falid atau tidak, hal itu tidak menjadi domain kami,” Terangnya.

Akan tetapi, tentunya untuk kemudian menjadi sebuah edukasi dan juga referensi, kami kiranya dapat memberikan pendapat berdasarkan hasil kajian dan identifikasi yang juga di lakukan oleh Lembaga Bedah Nusantara Research dan Consultan.

“Bahwa hasil indentifikasi dan kajian kami di lapangan (Bukan merupakan treatmen Survey), kami mendapati sejumlah data dan fakta, bahwa dalam proses-proses kerja pemenangan para pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Ambon, nampak bahwa Trend Positif (Peningkatan) itu di alami oleh Pasangan Agus Ririmase dan Novan Liem, termasuk juga pada Pasangan Taddy Salampessy- Emmilyh Dominggus Luhukay walaupun trend positif (Peningkatan) yang di alami oleh Paslon Taddy Salampessy- Emmilyh Dominggus Luhukay tidak sebesar yang di alami oleh Paslon Agus Ririmase dan Novan Liem, Namun kedua Paslon ini terlihat mengalami trend Positif (Peningkatan),” Jelas Palyama.

Hal tersebut, tambahnya, berdasarkan hasil Kajian dan Identifikasi team Bedah Nusantara Research Consultan dilapangan, terungkap fakta bahwa; “telah terjadi sejumlah perpindahan dukungan atau perubahan pilihan (Swing Voters) dari Paslon yang lain kepada Paslon Agus Ririmase – Novan Liem, maupun juga kepada Paslon Taddy Salampessy- Emmilyh Dominggus Luhukay”, Kata Palyama.

Dirinya menyatakan, perpindahan dukungan atau perubahan pilihan (Swing Voters) tersebut, juga turut di dukung fakta adanya perubahan zona basis dari pasangan calon lainnya, dalam hal ini Paslon Bodewin Wattimena – Elly Toisutta, dan juga Paslon Yance Wenno – Syarif Bakri Asyathri.

” Hasil temuan data Indentifikasi dan Kajian Bedah Nusantara Research and Consultan, terungkap bahwa, sejumlah wilayah atau titik simpul yang sebelumnya di miliki atau di Claim sebagai milik dari Paslon Bodewin Wattimena – Elly Toisutta, dan juga Paslon Yance Wenno – Syarif Bakri Asyathri, kini telah mengalami perubahan warna menjadi Milik Pasangan Agus Ririmase dan Novan Liem, termasuk juga pada Pasangan Taddy Salampessy- Emmilyh Dominggus Luhukay,” Tuturnya.

Fakta ini tentunya menjadi sesuatu yang bisa berimplikasi luas, kepada Paslon Bodewin Wattimena – Elly Toisutta, dan juga Paslon Yance Wenno – Syarif Bakri Asyathri,terutama pada Paslon Bodewin Wattimena – Elly Toisutta, yang dalam sejumlah data survey, masih terlihat mengungguli para Paslon yang lain.

Baca Juga :  Optimis Ditangan Tualeka, PD Panca Karya Jadi Garda Terdepan Majukan Ekonomi Maluku, Begini Apresiasi Hatala

Palyama menerangkan, hal lain yang terindikasi menjadi penyebab terjadinya fenomena perpindahan dukungan atau perubahan pilihan (Swing Voters) tersebut, pada Paslon Bodewin Wattimena – Elly Toisutta, dan juga Paslon Yance Wenno – Syarif Bakri Asyathri adalah adanya situasi Kepercayaan Diri yang berlebihan atau Over Confidence baik dari Paslon Bodewin Wattimena – Elly Toisutta, tetapi juga pada Paslon Yance Wenno – Syarif Bakri Asyathri.

” Temuan kami, kedua Paslon yakni Paslon Bodewin Wattimena – Elly Toisutta, dan juga Paslon Yance Wenno – Syarif Bakri Asyathri, terindikasi tengah mengalami kondisi Phisikologi yang di kenal dengan sebutan Sindrom Euforia Elektoral Survey, serta Kepercayaan Diri akan menang yang berlebihan atau Over Confidence,” Ungkap Palyama.

Kedua Paslon ini memiliki fenomena Sindrom yang berbeda, jika Paslon Yance Wenno – Syarif Bakri Asyathri mengalami Sindrom Kelebihan Percaya diri akan menang atau Over Confidence, maka lain lagi dengan Paslon Paslon Bodewin Wattimena – Elly Toisutta, Paslon ini tidak hanya mengalami Sindrom Over Confidence, akan tetapi mereka juga mengalami sindrom Euforia Elektoral Survey, atau terbuai dengan hasil survey.

“Sehingga secara fakta lapangan, sering kali kerja-kerja team pemenangan tidak maksimal, di karenakan adanya fenomena kedua sindrom tadi pada Paslon Bodewin Wattimena – Elly Toisutta,” Terangnya.

Hal tersebut, tentunya mesti menjadi bahan Evaluasi dan perenungan tersendiri bagi kedua Paslon yang ada, baik itu Paslon Bodewin Wattimena – Elly Toisutta, dan juga Paslon Yance Wenno – Syarif Bakri Asyathri dan Paslon lainnya, jika memang mereka ingin keluar sebagai pemenang pada Kontestasi Pilkada Kota Ambon di 2024 ini.

” Hasil kajian dan Identifikasi kami ini, kami sampaikan sebagai bahan kajian dan evaluasi dari semua pihak, tidak hanya pada Pasangan Calon, namun juga kepada semua elemen yang terlibat di dalam proses-proses Pilkada Kota Ambon ini, dan Hal ini tidak di maksudkan untuk mendiskreditkan pihak atau paslon tertentu yang sedang berkontestasi, tetapi ini murni hasil Identifikasi dan Kajian Lembaga Bedah Nusantara Reserach dan Consultan,” Tegas Palyama. (*)

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan
SIKENDALI AMBON Jadi Strategi Baru Pemkot Antisipasi Ancaman Inflasi
Plt Ketua DPW PPP Maluku Dukung Pemberhentian Waketum dan Sekjen DPP
Kodam Pattimura Gelar FGD, Pangdam Setop Sementara Pembangunan Waitomu
Pelayanan Feri Kacau, Tuhepaly Sentil Gubernur: Tak Mampu Kerja, Jangan Kerja!
Wacana Parliamentary Threshold Berjenjang Menguat, Upang Djalal Soroti Dampaknya terhadap Pemilu 2029
54 Atlet Panjat Tebing Ambon Bakal Bersaing Rebut Tiket POPMAL 2027

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:02 WIT

PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:32 WIT

SIKENDALI AMBON Jadi Strategi Baru Pemkot Antisipasi Ancaman Inflasi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 04:26 WIT

Plt Ketua DPW PPP Maluku Dukung Pemberhentian Waketum dan Sekjen DPP

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:44 WIT

Kodam Pattimura Gelar FGD, Pangdam Setop Sementara Pembangunan Waitomu

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT