Ambon, Maluku — Jalan Lingkar Ambalau, Kabupaten Buru Selatan (Bursel), hingga kini belum menunjukan progres signifikan. Padahal masyarakat di wilayah itu sangat menantikan infrastruktur tersebut rampung agar mendapat akses yang memadai.
Akibat terkatung-katungnya proses pembangunan jalan itu, warga kemudian mengeluh dan meminta agar Pemerintah Provinsi bisa menyelesaikannya. Pasalnya, selain mempermudah akses masyarakat dalam hal mobilitas, jalan lingkar Ambalau juga merupakan prioritas untuk lajunya arus transportasi.
“Infrastruktur itu selain untuk kebutuhan masyarakat dalam hal pengangkutan hasil-hasil bumi, juga memperkuat arus transportasi. Karena sejujurnya warga di Ambalau sangat sulit mendapatkan akses, akibat proses pembangunannya yang terkatung-katung,” kata Bahta kepada media ini, Sabtu (8/3/2025).
Menurutnya, warga di Ambalau berharap jalan tersebut bisa segera diselesaikan oleh Pemerintah Provinsi. Karena bukan saja soal akses jalan yang harus didapatkan, tetapi lebih dari itu yakni soal pembangunan harus dilakukan secara merata, tanpa harus memandang daerah ini dan itu.
“Tentu kita ingin agar setiap pembangunan itu dilakukan dengan merata tanpa pandang buluh. Karena wujud dari sebuah negara merdeka adalah bisa memberikan akses kepada masyarakatnya, baik itu akses jalan, pendidikan, kesehatan maupun sosial ekonomi,” cetusnya.
Menyikapi persoalan tersebut, Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa mengatakan, jalan lingkar Ambalau telah dianggarkan di tahun 2025 ini.
Olehnya, Gubernur juga meminta agar masyarakat bisa berpartipasi mendukung serta mendorong Pemerintah Provinsi, agar bisa fokus membenahi Maluku dari segala faktor.
“Minta masyarakat doakan saya Hendrik dan Pak Vanath, untuk tetap kuat dan fokus bangun Maluku agar lebih baik ke depannya,” ungkap Gubernur Maluku usai membuka Gema Ramadhan di halaman Masjid Raya Al-Fatah Ambon.
Gubernur mengatakan, meskipun sudah dianggarkan namun pembangunan akan dilakukan secara bertahap. Maksudnya, meskipun lambat, yang penting bisa berjalan dengan baik.
“Jalan Lingkar Ambalau sudah dianggarkan tahun 2025 ini. Kita akan bangun pelan-pelan yang penting bisa berjalan,” ujarnya.
Selain jalan lingkar Ambalau, Pemerintah Provinsi juga akan fokus membangun Maluku secara kolektif. Jadi seluruh kabupaten dan kota di Maluku akan diperhatikan tanpa terkecuali.
“Kami fokus pembangunan pada 11 kabupaten-kota di Maluku. Yang pastinya kami akan memperhatikan semuanya,” pungkasnya. (**)














Komentar