Ambon, Maluku– Semangat kemerdekaan tetap menyala, bahkan di balik jeruji besi. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon menyelenggarakan berbagai perlombaan yang sarat makna bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Kamis (7/8).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Rutan Ambon yang rutin diadakan menjelang peringatan 17 Agustus setiap tahunnya.
Pada hari pertama pelaksanaan, suasana Rutan dipenuhi antusiasme dan semangat kompetisi. Pertandingan Gawang Mini, Lomba Gaplek, dan Catur menjadi pembuka acara, yang langsung menarik perhatian serta partisipasi aktif dari para WBP.
Kepala Rutan Ambon, Ferdika Canra, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang hiburan, namun juga sebagai sarana pembinaan mental dan sosial bagi para warga binaan.
“Ini adalah momen untuk menumbuhkan rasa nasionalisme, kebersamaan, dan sportivitas di antara mereka. Walaupun berada di dalam Rutan, mereka tetap bagian dari bangsa ini dan berhak merasakan semangat kemerdekaan,” ujarnya.
Kemeriahan pun terasa di seluruh lingkungan Rutan. Sorak dukungan, gelak tawa, dan semangat juang mewarnai jalannya perlombaan.
Keterlibatan aktif petugas pemasyarakatan turut mempererat hubungan antara WBP dan jajaran petugas, menciptakan suasana yang harmonis dan inklusif.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Maluku, Ricky Dwi Biantoro, memberikan apresiasi atas inisiatif jajaran Rutan Ambon.
Ia menilai bahwa kegiatan seperti ini merupakan bagian dari pendekatan pemasyarakatan yang humanis dan berbasis nilai kebangsaan.
“Peringatan Hari Kemerdekaan bukan hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga sarana untuk memperkuat nilai-nilai persatuan, solidaritas, serta membangun kembali kepercayaan diri dan harapan dalam diri warga binaan,” ungkapnya.
Salah seorang warga binaan, AK, turut menyampaikan rasa syukurnya karena dapat berpartisipasi dalam kegiatan ini.
“Saya merasa seperti kembali menjadi bagian dari masyarakat. Ini bukan hanya soal lomba, tapi tentang semangat dan harapan,” tuturnya.***





































































Discussion about this post