Mardika Perintah Pimpinan – Kontrak Diputus Sepihak Usai Bikin Perbaikan, Ini Rezim Apa?

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 26 Juni 2025 - 09:26 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku– Kekesalan tampak meluap-luap dari wajah Adi (45), perwakilan CV Rumbia Perkasa dihadapan wartawan saat membeberkan fakta lapangan progres kerja sebagaimana Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) bersama Dinas Perindustrian dan perdagangan (Indag) Provinsi Maluku.

Adi kepada wartawan, Kamis (26/06) menegaskan, pihaknya diputus kontrak kerja secara sepihak tanpa pemberitahuan resmi. Padahal baru selesai merenovasi 32 kamar kecil gedung Mardika dengan anggaran mandiri perusahan. Bukan saja merenovasi dan melakukan pembersihan menyeluruh MCK, tetapi juga memperbaiki sistem kelistrikan yang sebelumnya rusak di belasan MCK yang ada.

“Ngeri lai eee (dialog Ambon). Jadi teman teman, katong (Kita) baru minggu kemarin selesai perbaiki 39 Kamar Mandi di dalam Pasar Baru Mardika. Sekaligus dengan instalasi listrik. Minggu berikut dapa info dari orang lapangan, setoran beralih ke perusahan baru. Ini katong seng dapat surat pemberitahuan resmi. Dong (Mereka) kasih ke perusahan sebelah baru dilanjutkan kemudian,” akui Adi memberberkan fakta.

Dia akui, pasca menerima informasi yang ada, pihaknya langsung menghubungi kepala dinas Indag, Yahya Kotta.

“Yahya Kotta Respon dan atur pertemuan tanggal 22 Juni kemarin. Di pertemuan Kadis bilang, sesuai arahan pimpinan,” akui Hadi.

Adi akui, pihaknya merasa ditipu. Meski sudah menunjukan loyalitas, profesional kerja kerja sesuai aturan berdasar emosional anak negeri Maluku, kota Ambon terhadap perintah kontrak yang ada, tapi ditendang begitu saja demi mengamankan orderan pimpinan.

“Ini rezim apa ? sampe begini. Perusahan ini juga memperkerjakan anak-anak Negeri. Kita serap tenaga kerja. Lagian kerja kerja kita tidak ada persoalan. Dalam SPMK evaluasi dilakukan 1 tahun. Jadi per Januari kemarin, harusnya dievaluasi pada Desember mendatang. Bukan pertengahan tahun ini. Untuk kontraknya sendiri, selama Lima Tahun,” beber Adi.

Adi mengendus, jika alasan profesionalisme kerja, maka pihaknya tahu, perusahan mana dan orang orang yang mana ada dalam sirkel profesional. Jika nama perusahan yang kita dengan ini baru, sudah barang tentu, pengalaman juga diragukan, sehingga bicara profesionl perlu dikaji lagi.

“Disini kami tiak menuntut apa apa. Kami pertanyakan kenapa kami diputus tanpa alasan. Apa kita ini bukan orang Maluku?” pungkas Adi tegas.

Baca Juga :  Pemkot Tual Kembali Raih Predikat WTP, Wali Kota Akhmad Yani Terima Penghargaan Kedua Kalinya dari BPK RI

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Keputusan kontroversial diambil oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku yang secara sepihak memutus kontrak kerja sama dengan CV Rumbia Perkasa.

Langkah ini menuai sorotan tajam karena dilakukan tanpa alasan jelas dan tanpa prosedur pemberitahuan resmi, padahal masa kerja baru berjalan enam bulan dari total kontrak selama satu tahun.

CV Rumbia Perkasa sendiri dalam kontrak menjalankan pekerjaan berupa perparkiran dan perawatan MCK di gedung Baru Pasar Mardika per Januari 2025.

Berdasarkan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) Nomor 500.3.1 / 0784 – Disperindag, CV Rumbia Perkasa diberikan wewenang penuh untuk mengelola operasional jasa mandi, cuci, dan kakus (MCK) di seluruh lantai Gedung Baru Pasar Mardika Kota Ambon milik Pemerintah Provinsi Maluku. Kontrak berlaku mulai 1 Januari 2025 hingga 31 Desember 2025, dengan ketentuan evaluasi tahunan.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses
ICMI Maluku Gelar Maluku Business Forum 2026, Jusuf Kalla Tiba di Ambon Disambut Pangdam Pattimura dan Wagub
Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN
PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 08:21 WIT

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 November 2026 - 05:23 WIT

Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Senin, 2 November 2026 - 02:20 WIT

Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla

Minggu, 1 November 2026 - 14:29 WIT

Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT