Wagub Maluku Beri Sinyal Pemangkasan Dana Transfer dalam RAPBN 2026, Kreativitas Daerah Jadi Kunci

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 21 Agustus 2025 - 08:14 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku – Wakil Gubernur Maluku, H. Abdullah Vanath, menyoroti melambatnya pertumbuhan ekonomi daerah akibat lambannya realisasi belanja pemerintah. Hal itu ia sampaikan usai membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Provinsi Maluku di Ballroom Hotel Kamari Ambon, Kamis (21/8/2025).

“Pertumbuhan ekonomi kita di Maluku melambat karena belanja pemerintah belum berjalan. Belanja rumah tangga relatif stabil, tetapi proyek pemerintah belum bergerak. Ini yang membuat pertumbuhan melambat,” tegas Vanath kepada wartawan.

Ia mengingatkan, dengan sisa waktu empat bulan menuju akhir tahun, pemerintah daerah harus mampu mengelola anggaran secara efektif. Jika tidak, pertumbuhan ekonomi dikhawatirkan kembali turun.

“Kalau anggaran tidak segera dicairkan, peredaran uang di masyarakat berkurang, daya beli turun, otomatis pertumbuhan ekonomi juga melemah. Itu rumus baku,” ujarnya.

Dengan nada bercanda, Vanath berpesan kepada anggota IWAPI yang memiliki pasangan pejabat agar turut mengingatkan pentingnya percepatan realisasi program.

Baca Juga :  Dipantau Danrem Rafles, TNI-Polri, ASN dan Warga Bersihkan Rumah Pastori di Patahuwe

“Jangan sampai dana ditahan terlalu lama di pemerintah daerah, karena dampaknya langsung terasa di masyarakat,” katanya.

Sinyal Pemangkasan RAPBN 2026

Lebih jauh, Vanath menekankan perlunya kreativitas kepala daerah dalam menghadapi tantangan ke depan, terutama terkait kebijakan fiskal nasional.

Ia merujuk pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 yang dirancang pemerintah pusat dengan alokasi Dana Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp650 triliun, atau turun drastis sekitar Rp269 triliun dibanding proyeksi 2025 sebesar Rp919,9 triliun. Penurunan ini setara dengan 29,3% dari alokasi sebelumnya.

“Dengan transfer pusat yang turun tajam, ruang fiskal daerah semakin sempit. Kita tidak boleh hanya mengandalkan dana perimbangan dari pusat,” tegas Vanath.

Menurutnya, rencana pemangkasan tersebut harus menjadi alarm bagi pemerintah daerah agar lebih inovatif dalam mengelola keuangan.

Kepala daerah, katanya, dituntut mampu mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), membangun kemitraan dengan sektor swasta, serta menciptakan skema pembiayaan baru tanpa membebani masyarakat kecil.

“Kalau kita gagal beradaptasi, maka pelayanan publik dan pembangunan bisa terganggu. Kreativitas dan efisiensi bukan lagi pilihan, tapi sudah jadi kebutuhan,” ujarnya.

Peran IWAPI dalam Pertumbuhan Ekonomi

Dalam kesempatan itu, Vanath juga menegaskan peran penting IWAPI sebagai wadah pengusaha perempuan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

“Rakerda IWAPI adalah forum strategis untuk menyatukan langkah dan meningkatkan profesionalitas anggota agar mampu bersaing di era globalisasi. IWAPI bukan hanya menjalankan fungsi organisasi, tetapi juga harus outward-looking, dengan orientasi pada kesejahteraan masyarakat Maluku,” ungkapnya.

Rakerda IWAPI Provinsi Maluku tahun ini mengusung tema “Membuka Akses Pasar dan Mendorong Peningkatan UMKM Menuju Maluku Sejahtera”.

Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Ketua DPW Lasqi Nusantara Jaya, Ketua Umum DPP IWAPI, perwakilan TP-PKK Maluku, pimpinan OPD, Ketua Kadin Maluku, Ketua DPD IWAPI beserta jajaran, serta tamu undangan lainnya.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses
ICMI Maluku Gelar Maluku Business Forum 2026, Jusuf Kalla Tiba di Ambon Disambut Pangdam Pattimura dan Wagub
Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN
PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 08:21 WIT

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 November 2026 - 05:23 WIT

Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Senin, 2 November 2026 - 02:20 WIT

Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla

Minggu, 1 November 2026 - 14:29 WIT

Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT