Proyek Irigasi Rp8,7 Miliar: Terbaru – Tender Diduga Bermasalah, Publik Desak Audit Total dan Usut Hukum

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 4 September 2025 - 07:52 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Konstruksi Irigasi Sariputih: Wiremesh hanya ditempel di sisi luar tanah timbunan tanpa integrasi dengan pengecoran beton.*

Konstruksi Irigasi Sariputih: Wiremesh hanya ditempel di sisi luar tanah timbunan tanpa integrasi dengan pengecoran beton.*

Proyek Irigasi Rp8,7 Miliar: Terbaru – Tender Diduga Bermasalah, Publik Desak Audit Total dan Usut Hukum

Ambon, Maluku – Proyek peningkatan jaringan irigasi D.I. Sariputih sepanjang 31 meter di Desa Sariputih, Kecamatan Seram Utara Timur Kobi, Kabupaten Maluku Tengah, yang menelan anggaran fantastis Rp8,7 miliar, ambruk hanya dalam hitungan bulan. Fakta ini memicu kemarahan publik karena menunjukkan dugaan kuat praktik pengerjaan asal-asalan sekaligus membuka pertanyaan serius terkait proses tender proyek.

Data LPSE Ungkap Kejanggalan: Pagu dan HPS Sama Persis

Berdasarkan data resmi LPSE Provinsi Maluku, proyek dengan kode lelang 19915288 ini ditangani Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Maluku. Proyek ini didanai melalui APBD 2024 dengan nilai pagu Rp8,7 miliar dan HPS juga Rp8,7 miliar.

Fakta bahwa pagu dan HPS bernilai sama persis menimbulkan kecurigaan publik. Idealnya, HPS merupakan hasil perhitungan detail teknis yang bisa berbeda dari pagu, namun kesamaan angka menimbulkan dugaan bahwa proses tender hanya formalitas tanpa kompetisi sehat.

Proyek ini tercatat telah melalui tahapan tender pada 27 Februari–9 April 2024, dan statusnya sudah dinyatakan selesai. Namun hasil pekerjaan justru ambruk, menegaskan adanya dugaan kuat praktik manipulasi sejak tahap perencanaan hingga eksekusi.

Analisa Teknis: Rapuh dan Tidak Sesuai Standar

Praktisi teknik sipil menilai kerusakan fatal ini tidak bisa dilepaskan dari lemahnya mutu pekerjaan. Dokumentasi lapangan memperlihatkan dinding saluran yang seharusnya dari beton bertulang justru menyerupai timbunan tanah padat bercampur kerikil dan semen seadanya.

Kawat besi (wiremesh) yang hanya ditempel di sisi luar timbunan semakin memperkuat dugaan pengerjaan serampangan. Padahal, standar teknis mengharuskan konstruksi beton bertulang dengan mutu minimal K-225 hingga K-300.

“Dengan kualitas seperti itu, wajar ambruk dalam hitungan bulan. Proyek miliaran rupiah tidak boleh dikerjakan dengan metode murahan,” tegas Rio, praktisi konstruksi di Ambon.

Desakan LSM: Evaluasi Kontraktor, Bongkar Dugaan Permainan

Koordinator Jaringan Aspirasi Masyarakat Seram (JAM-Seram), Taufik Rahman Saleh, mengecam keras hasil proyek. Ia mendesak Dinas PU Maluku segera mengevaluasi kontraktor pelaksana dan menelusuri dugaan permainan anggaran.

“Dari nilai lelang hingga hasil pekerjaan, semua mengarah pada dugaan ketidakberesan. Kami minta audit total, jangan ada lagi kontraktor yang hanya mencari untung lalu meninggalkan masalah untuk rakyat,” tegas Taufik.

Nanaku Maluku: Kejaksaan Harus Buka-bukaan

Ketua Lembaga Nanaku Maluku, Usman Bugis, menuding aparat penegak hukum lamban. Ia mengingatkan bahwa publik mencurigai kasus ini pernah disentuh aparat, tapi justru hilang begitu saja.

“Kami curiga ada yang ditutup-tutupi. Kejaksaan Negeri dan Kejati Maluku harus transparan. Jangan sampai ada kesan melindungi pihak tertentu. Rp8,7 miliar itu uang rakyat, bukan mainan kontraktor,” tegasnya.

Petani Jadi Korban, Musim Tanam Terancam Gagal

Kerugian paling nyata dirasakan petani Desa Sariputih. Sawah yang seharusnya dialiri air kini terancam gagal panen.

“Kami sudah dirugikan. Pemerintah jangan tutup mata, segera perbaiki, dan tindak tegas kontraktor nakal,” keluh salah satu petani.

Redaksi telah berupaya meminta konfirmasi dari pihak kontraktor, namun hingga berita ini diterbitkan belum ada jawaban.

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon
BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari
69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses
ICMI Maluku Gelar Maluku Business Forum 2026, Jusuf Kalla Tiba di Ambon Disambut Pangdam Pattimura dan Wagub

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 06:55 WIT

BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon

Selasa, 3 November 2026 - 10:47 WIT

BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari

Selasa, 3 November 2026 - 05:51 WIT

69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah

Senin, 2 November 2026 - 05:23 WIT

Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah

Senin, 2 November 2026 - 02:20 WIT

Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla

Berita Terbaru