Ambon, Maluku– Menyusul pergantian Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku, desakan evaluasi terhadap kinerja aparat di wilayah bawahannya langsung mencuat. Ketua DPD KNPI Kabupaten Buru, Muhajir S. Miru, secara terbuka meminta perhatian khusus dari Kapolda Maluku yang baru, Irjen Pol Dadang Hartanto, untuk segera mengevaluasi bahkan mencopot Kapolres Buru.
Menurut Muhajir, selama kepemimpinan Kapolres saat ini, berbagai persoalan hukum yang menyangkut kepentingan publik belum diselesaikan secara tuntas.
Ia menyoroti minimnya progres dalam pengusutan beberapa kasus besar di Kabupaten Buru.
“Dengan hadirnya Kapolda Maluku yang baru, kami dari KNPI Buru memberi satu atensi penting: copot Kapolres Buru. Ada banyak persoalan yang tidak mampu diselesaikan,” tegas Muhajir, Rabu (6/8).
Ia merinci sejumlah kasus yang dianggap stagnan di tangan Kapolres Buru, di antaranya dugaan korupsi anggaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buru, kasus pembunuhan di kawasan Gunung Botak, keberadaan warga negara asing (WNA) ilegal yang berkeliaran di Pulau Buru, serta pengungkapan kasus bahan berbahaya dan beracun (B3) seberat 441 kilogram lebih di Desa Parbulu yang hingga kini tidak jelas siapa pemiliknya.
“Ini bukan hanya soal penegakan hukum, tapi soal kepercayaan publik terhadap institusi Polri. Jangan sampai dibiarkan berlarut-larut,” tegasnya lagi.
Muhajir berharap Kapolda yang baru dapat menunjukkan komitmen dalam pembenahan internal dan memberikan perhatian terhadap kinerja aparat di daerah, khususnya dalam menangani isu-isu strategis yang menyangkut kepentingan masyarakat.
Sebagaimana diketahui, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo baru saja merotasi tujuh Kapolda di Indonesia.
Salah satu posisi strategis yang mengalami pergantian adalah Kapolda Maluku. Irjen Pol Eddy Sumitro Tambunan digantikan oleh Irjen Pol Dadang Hartanto, yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua STIK Lemdiklat Polri. Rotasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1764/VIII/KEP/2025 tertanggal 5 Agustus 2025.
Irjen Dadang Hartanto dikenal sebagai perwira tinggi Polri dengan pengalaman panjang di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.
Ia juga pernah menjabat sebagai Kapolrestabes Medan, Wakapolda Sumut, serta Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri.***








































































Discussion about this post