Ambon, Maluku– Fungsionaris DPD KNPI Maluku, Sutriono Mohamadi, menyesalkan munculnya narasi provokatif yang menyerang dan meragukan kinerja Anggota DPD RI asal Maluku, Mayjen TNI (Purn) Nono Sampono.
Menurutnya, tudingan yang tidak disertai fakta dan data hanya mencerminkan pola pikir sempit serta berpotensi menyesatkan publik.
“Selama tiga periode, Bapak Nono Sampono telah berkunjung ke hampir 800 desa dan 118 kecamatan di Maluku. Beliau juga aktif memperjuangkan RUU Daerah Kepulauan sebagai inisiatif DPD RI ketika menjabat Wakil Ketua DPD RI,” jelas Sutriono.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Nono Sampono dikenal konsisten menyuarakan kepentingan Maluku di tingkat nasional. Beberapa kontribusi yang dicatat antara lain:
- Mengawal usulan 13 Daerah Otonomi Baru (DOB) di Maluku.
- Mendorong pengelolaan Blok Masela secara onshore.
- Menggagas konsep Ambon New Port.
- Terlibat langsung dalam Tim 19 Pengamanan Konflik Ambon 1999, bahkan menjadi salah satu tokoh yang terakhir meninggalkan Maluku setelah situasi relatif kondusif.
Selain itu, Nono Sampono juga berperan dalam menggalang tokoh-tokoh Maluku di Jakarta untuk bertemu Presiden Abdurrahman Wahid dan Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri guna mempercepat realisasi pemekaran daerah di Maluku pada masa itu.
“Jejak pengabdian beliau tidak bisa diabaikan. Sayangnya, masih ada pihak yang melontarkan kritik tanpa dasar yang kuat, cenderung mengabaikan rekam jejak perjuangan beliau untuk Maluku,” ujar Sutriono.
Ia menambahkan, sebagai anggota DPD RI hingga saat ini, Nono Sampono tetap menunjukkan komitmen memperjuangkan aspirasi daerah.
“Kami berharap publik dapat melihat kiprah beliau secara objektif, berdasarkan fakta dan data, bukan dari opini yang bernuansa personal,” pungkasnya.***














Komentar