Bula, Maluku — Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) menggelar kegiatan Expo dan Pameran Ekonomi Kreatif (Ekraf) dalam rangka memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan ini menjadi ruang kolaboratif antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal.
Sekretaris Daerah Provinsi Maluku turut hadir dalam pembukaan kegiatan yang berlangsung meriah ini. Atas nama pemerintah daerah, Bupati SBT menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kehadiran semua pihak. Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada panitia pelaksana, pelaku UMKM dan ekraf lokal, peserta lomba, serta masyarakat yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Bupati SBT menegaskan bahwa ekonomi kreatif saat ini menjadi sektor yang tumbuh paling cepat di Indonesia. “Ekonomi kreatif terbukti memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Sektor ini tangguh, fleksibel, dan berbasis pada kekuatan sumber daya manusia, kreativitas, serta kearifan lokal,” ujarnya.
Ia juga menyoroti potensi luar biasa yang dimiliki wilayah Seram Bagian Timur, mulai dari hasil laut, pertanian, kerajinan tangan, kuliner tradisional, hingga seni budaya. Salah satu program prioritas yang tengah digalakkan saat ini adalah hilirisasi sagu. Menurutnya, jika potensi-potensi tersebut dapat dikemas dan dipasarkan dengan pendekatan kreatif dan inovatif, maka akan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat.
“Expo ini bukan sekadar ajang pameran, tapi harus menjadi ruang kolaborasi, edukasi, dan promosi yang mendorong pelaku UMKM serta generasi muda untuk tampil, tumbuh, dan berkembang demi kemajuan bersama,” imbuhnya.
Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta menjadi agenda tahunan yang terus dikembangkan dengan skala yang lebih luas ke depannya.
Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh stakeholder pembangunan daerah untuk menyatukan langkah, membangun optimisme, dan terus bergerak maju demi Seram Bagian Timur yang lebih baik.***





































































Discussion about this post