Program NGOPI IAKN Ambon Bongkar Realitas Kekerasan Seksual di Dunia Kampus

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 3 Oktober 2025 - 13:28 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku – Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon menggelar diskusi publik bertajuk “Kekerasan Seksual: Korban, Pelaku, dan Sistem Pendidikan di Indonesia—Membongkar Realitas, Membangun Ruang Aman di Perguruan Tinggi,” Jumat (03/10).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Ngopi (Ngobrol Pintar) yang dilaksanakan atas kerja sama Program Studi Agama Budaya, Satgas PPKPT IAKN Ambon, Bacakar, GEMPAR (Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat), dan PIJAR (Peace, Inclusion, Justice, Advocacy, and Rights) Lumapoto.

Acara yang berlangsung di pelataran Fakultas Ilmu Sosial Keagamaan (FISK) IAKN Ambon ini menghadirkan tiga narasumber dari latar belakang berbeda, yaitu Auliya Ramadhani dari Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat (GEMPAR), Selvone Christin Pattiserlihun dari Satgas PPKPT IAKN Ambon yang juga mewakili PIJAR Lumapoto, serta Edward Turalely, seorang penyintas sekaligus pemerhati isu kekerasan seksual.

Dalam sambutan pembuka, Dekan FISK Febby N. Patty menegaskan bahwa diskusi ini lahir dari realitas maraknya kasus kekerasan seksual di perguruan tinggi.

Ia menyoroti bahwa regulasi belum berjalan maksimal dalam mengatasi persoalan ini karena kuatnya relasi kuasa dan budaya diam yang masih mengakar di lingkungan kampus.

Auliya Ramadhani dalam pemaparannya menekankan bahwa kekerasan seksual tidak bisa dilepaskan dari ketidaksetaraan gender yang telah lama dinormalisasi oleh masyarakat.

Menurutnya, ketimpangan gender merupakan masalah sistemik yang merugikan perempuan maupun laki-laki. Sementara itu, Selvone Pattiserlihun menyoroti praktik kampus yang kerap menutupi kasus kekerasan seksual demi menjaga citra institusi.

Ia menegaskan bahwa reputasi kampus justru ditentukan oleh bagaimana keberanian dan komitmen institusi menyelesaikan kasus, bukan dari upaya melindungi pelaku.

Baca Juga :  Apresiasi Kinerja Kemenag Maluku, Perjuangan Tanpa Lelah Menuju Embarkasi Haji Penuh

Edward Turalely, yang hadir sebagai penyintas, berbagi pengalaman sekaligus dorongan agar suara korban diberi ruang.

Ia mengingatkan bahwa siapa pun bisa menjadi pelaku kekerasan seksual tanpa memandang jenis kelamin maupun orientasi seksual. Menurutnya, korban bukan hanya berhadapan dengan pelaku, tetapi juga dengan sistem.

Kehadiran akademisi, aktivis, satgas, dan penyintas dalam forum ini menunjukkan pentingnya membangun kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan ruang aman di perguruan tinggi.

Diskusi publik ini diharapkan menjadi pemantik bagi kampus dan masyarakat luas untuk lebih serius menangani kasus kekerasan seksual, sekaligus memperjuangkan hak-hak korban.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore
BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon
BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari
69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:56 WIT

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore

Rabu, 4 November 2026 - 06:55 WIT

BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon

Selasa, 3 November 2026 - 10:47 WIT

BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari

Selasa, 3 November 2026 - 05:51 WIT

69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Berita Terbaru