Ambon, Maluku— Fakultas Ilmu Sosial Keagamaan (FISK) Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon sukses menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Menenun Cinta Dalam Keberagaman” pada tanggal 22–23 Oktober 2025. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, yakni melalui platform Zoom Meeting serta tatap muka langsung di Ambon.
Seminar ini menghadirkan narasumber nasional, Budhy Munawar-Rachman dari Esoterika – Forum Spiritualitas, yang memaparkan berbagai perspektif tentang pentingnya nilai cinta dalam kehidupan beragama, sosial, dan pendidikan, khususnya dalam konteks masyarakat Indonesia yang majemuk.
Dalam pemaparannya, Budhy Munawar-Rachman menjelaskan bahwa cinta tidak hanya dipahami sebagai konsep emosional, tetapi juga memiliki dimensi teologis dan filosofis yang mendalam.
Cinta ditempatkan sebagai prinsip utama dalam membangun relasi antarmanusia, serta menjadi landasan dalam proses pendidikan yang berorientasi pada pembentukan karakter.
Ia juga mengulas konsep “Kurikulum Cinta” yang digagas oleh Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai upaya strategis untuk mereduksi polarisasi keagamaan serta memperkuat praktik keberagaman yang harmonis.
Kurikulum ini menekankan empat aspek utama, yakni cinta kepada Tuhan, sesama manusia, alam, dan tanah air.
Selain itu, diperkenalkan pula gagasan “Humanisme Basudara” sebagai pendekatan kontekstual dalam dunia pendidikan, khususnya di Maluku.
Konsep ini menekankan pentingnya pendidikan sebagai ruang perjumpaan yang membangun solidaritas, dialog, serta penghargaan terhadap perbedaan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, dan masyarakat umum dapat memperdalam pemahaman tentang peran cinta dalam membangun kehidupan yang inklusif dan damai.
Seminar ini juga menjadi wadah refleksi bersama untuk memperkuat komitmen dalam menciptakan sistem pendidikan yang lebih humanis dan berkelanjutan.
Penyelenggaraan Seminar Nasional ini menjadi bagian dari komitmen kuat FISK IAKN Ambon dalam mendorong pengembangan pemikiran keagamaan yang relevan dengan tantangan zaman, sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan dalam keberagaman di Indonesia.***














Komentar