Ambon, Maluku– Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, mengajak siswa-siswi Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 40 Kota Ambon untuk membangun mimpi dan masa depan melalui penguatan literasi. Ajakan tersebut disampaikan saat Gubernr Hadir sebagai Sahabat Literasi Menyapa Sekolah Rakyat yang berlangsung di aula SRMA 40, Kelurahan Lateri, Senin (15/12/2025).
Dalam suasana dialog yang hangat, Gubernur menyampaikan kebahagiaannya dapat hadir dan berinteraksi langsung dengan para siswa. Ia menegaskan kehadirannya bukan sebagai pejabat yang memberi perintah, melainkan sebagai sahabat literasi yang ingin berbagi inspirasi.
“Saya datang bukan sebagai gubernur yang memberi instruksi, tetapi sebagai sahabat literasi yang ingin berbagi cerita dan semangat kepada kalian semua,” ujarnya.
Gubernur menekankan bahwa literasi memiliki peran strategis dalam membentuk cara berpikir serta membuka peluang masa depan generasi muda. Menurutnya, buku adalah jendela untuk mengenal dunia yang lebih luas, sementara literasi menjadi sayap untuk meraih cita-cita.
“Buku membuka wawasan kita, dan literasi memberi kekuatan untuk terbang menggapai impian tertinggi,” ungkapnya.
Gubernur juga mendorong para siswa agar berani bermimpi besar tanpa terhalang latar belakang kehidupan. Ia menegaskan bahwa setiap anak memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik.
“Tidak peduli dari mana kita berasal, setiap orang berhak memiliki mimpi besar dan memperjuangkannya,” tegasnya.
Ia menambahkan, Maluku memiliki kekayaan alam dan budaya yang melimpah, namun aset terpenting daerah ini adalah generasi mudanya.
“Kekayaan terbesar Maluku bukan hanya sumber daya alamnya, tetapi generasi muda yang cerdas, tangguh, dan bersemangat seperti kalian,” sebutnya.
Dalam dialog bersama siswa, Gubernur mengajak para siswa membayangkan berbagai cita-cita yang dapat diwujudkan melalui kebiasaan membaca dan berpikir kritis, mulai dari profesi di bidang kemaritiman hingga menjadi pemimpin daerah.
Kepada para guru, Gubernur mengingatkan peran penting pendidik sebagai ujung tombak gerakan literasi di sekolah.
Ia menilai tugas guru tidak hanya menyampaikan kurikulum, tetapi juga menanamkan semangat membaca, berpikir, dan bermimpi kepada peserta didik.
“Bapak dan ibu guru adalah sahabat literasi yang sesungguhnya. Dari ruang kelas, Anda semua membantu anak-anak ini merancang masa depan mereka,” tuturnya.
Di akhir kegiatan, Gubernur berharap seluruh elemen pendidikan terus bersinergi menumbuhkan budaya literasi, sehingga tidak ada satu pun anak Maluku yang merasa mimpinya terlalu kecil atau jalannya terlalu buntu.***
“Dari literasi, lahir mimpi. Dari mimpi, lahir masa depan Maluku yang lebih baik,” pungkasnya.














Komentar