Saparua, Maluku– Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-150 Gedung Gereja Pniel Jemaat GPM Ouw sekaligus peringatan 209 tahun Baptisan Pertama di Negeri Ouw, yang berlangsung khidmat dan penuh sukacita pada Sabtu (27/12/2025).
Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, Gubernur mengucapkan selamat ulang tahun ke-150 Gedung Gereja Pniel serta selamat memperingati 209 tahun baptisan pertama di Negeri Ouw.
“Kiranya momentum ini semakin memantapkan dan memperkokoh iman kita kepada Kristus Sang Kepala Gereja.
Perayaan ini bukan hanya untuk merayakan keberadaan jemaat dan gedung gereja, tetapi untuk menghidupi panggilan sebagai garam dan terang dunia, berakar dalam Kristus, serta peduli terhadap sesama manusia dalam menyebarkan misi Tuhan di tengah jemaat dan dunia ini” ujar Gubernur.
Menurutnya, peringatan ulang tahun merupakan saat yang tepat untuk bersyukur atas penyertaan Tuhan.
Gereja Pniel yang telah menapaki usia 150 tahun tentu telah melalui berbagai pengalaman, baik dalam suka maupun duka.
Sejak berdiri pada tahun 1875, Gereja Pniel diibaratkan sebagai sebuah bahtera yang menghadapi ombak dan gelombang zaman, namun tetap berdiri kokoh karena penyertaan Tuhan Yesus.
“Hari ini adalah hari penuh sukacita. Perjalanan panjang ini tidak luput dari pergumulan, tetapi berkat keteguhan iman dan kasih Tuhan, jemaat ini terus bertumbuh dan menjadi berkat bagi banyak orang. Ini membuktikan bahwa Tuhan senantiasa menyertai umat-Nya,” tambahnya.
Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua Majelis Jemaat beserta seluruh perangkat pelayan, pemerintah negeri, panitia penyelenggara, serta seluruh warga Jemaat Negeri Ouw, baik yang berada di kampung halaman maupun di tanah rantau, atas dedikasi dan kontribusi dalam menjaga serta merawat Gedung Gereja Pniel hingga mencapai usia 150 tahun.
Ia menegaskan bahwa Gereja Pniel bukan hanya bangunan fisik, tetapi juga saksi sejarah perjuangan dan pengorbanan masyarakat Ouw dalam menjaga warisan iman dan identitas spiritual, termasuk peringatan 209 tahun baptisan pertama di negeri tersebut.
Peringatan baptisan pertama, menurut Gubernur, mengingatkan umat akan akar identitas sebagai pewaris Kerajaan Allah.
Baptisan merupakan tanda penyerahan diri kepada Tuhan, sehingga momentum ini harus menjadi pemicu bagi generasi muda Negeri Ouw untuk menjaga warisan iman dengan perilaku hidup yang takut akan Tuhan.
“Tidak banyak negeri yang mampu memelihara ingatan sejarah spiritual selama lebih dari dua abad. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Negeri Ouw memiliki akar yang kuat dalam nilai-nilai Ketuhanan serta peradaban adat istiadat yang luhur,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Gubernur menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Maluku untuk terus mendukung pembangunan masyarakat berbasis keagamaan. Ia mengajak seluruh warga Jemaat GPM Ouw untuk menjaga kerukunan, mempererat tali persaudaraan pela gandong, serta menjadi mitra pemerintah dalam menyukseskan program-program pembangunan.
Menutup sambutannya, Gubernur berharap agar di usia ke-150 tahun ini, Gereja Pniel terus menjadi sumber berkat dan pusat pembinaan iman bagi umat percaya.
“Mari kita jadikan kedua momentum ini sebagai pengingat dan pengikat untuk mempererat persaudaraan antarumat beragama, meningkatkan komitmen dalam melayani pekerjaan Tuhan, serta terus bersinergi dengan pemerintah daerah demi terwujudnya Maluku yang maju, sejahtera, dan damai — par Maluku pung bae,” tutup Gubernur.***














Komentar